MAMGUPURANEWS – BULELENG, Kementerian Pertanian bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD) bergerak cepat memperkuat ketahanan budidaya manggis di Kabupaten Buleleng dari ancaman perubahan iklim global. Langkah nyata ini diwujudkan melalui Bimbingan Teknis Good Agricultural Practices dan Pengendalian Hama Terpadu pada program Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project yang digelar di Balai Penyuluhan Pertanian Busungbiu, Rabu (23/9/2026). Pelatihan intensif ini dirancang khusus untuk mematangkan kesiapan para petugas lapangan dalam memberikan pendampingan presisi kepada petani lokal.

​Puluhan peserta yang terdiri dari Penyuluh Pertanian Lapangan, Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan, fasilitator, hingga jajaran Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian materi. Pembelajaran difokuskan pada penanganan dampak nyata perubahan iklim seperti pergeseran pola curah hujan, kenaikan suhu ekstrem, dan ancaman kekeringan yang berpotensi menurunkan produktivitas serta kualitas manggis sebagai komoditas unggulan kawasan HDDAP. Tidak hanya pembekalan teori, para peserta juga diajak melakukan evaluasi teknis kondisi lahan dan kesehatan tanaman secara langsung untuk mengidentifikasi potensi risiko iklim di lapangan.

​Jalannya kegiatan ini ditinjau langsung oleh Perwakilan IFAD, Juli, yang mengamati dari dekat proses peningkatan kapasitas dan interaksi para peserta. Di sela-sela kunjungannya, Juli menyoroti pentingnya kelengkapan sarana dan prasarana penunjang bagi para pemandu lapang agar pendampingan kepada petani dapat berjalan makin optimal dan akurat.

​“Setiap pemandu lapang idealnya dibekali dengan alat praktik yang memadai, seperti pH meter, sehingga mereka selalu siap membantu petani melakukan pengecekan derajat keasaman tanah secara langsung di lapangan,” ujar Juli.

​Ia menambahkan bahwa ketersediaan sarana pendukung yang memadai akan memastikan rekomendasi teknis yang diberikan penyuluh benar-benar sesuai dengan kondisi riil lahan serta kebutuhan spesifik tanaman di tingkat petani. Melalui Bimtek HDDAP ini, Kementerian Pertanian berkomitmen terus mencetak pemandu lapang yang responsif dan tangguh terhadap dinamika iklim. Penguatan kapasitas SDM pertanian yang disokong fasilitas praktik memadai diharapkan menjadi pijakan utama dalam mewujudkan budidaya manggis yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan di wilayah lahan kering Buleleng. (red-tim)