Mangupuranews – DENPASAR, Gubernur Bali Wayan Koster menerima delegasi Bali–Timor-Leste Business Forum di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar, Sabtu (3/10/2026) malam. Forum ini menegaskan komitmen kedua pihak memperkuat kemitraan strategis sektor pertanian, perikanan, serta pariwisata.

​Penyelenggaraan forum bertajuk “Connecting Opportunities, Building Prosperity” tersebut menjadi momentum bagi Timor-Leste untuk membenahi produktivitas domestik. Keterbatasan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan tata kelola hilirisasi di Dili kini dijembatani lewat transfer pengetahuan dari Pulau Dewata.

​Menambal Celah SDM dan Hilirisasi Timor-Leste

​Menteri Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan Timor-Leste, Marcos da Cruz, mengakui negaranya kaya sumber daya alam namun terbentur kesiapan tenaga terampil. Kondisi ini membuat output sektor riil belum sebanding dengan kekayaan lahan maupun wilayah maritim yang dimiliki.

​”Dalam pengembangan Green Economy, Timor-Leste memiliki lahan pertanian yang subur dan luas dengan berbagai komoditas seperti padi, jagung, kopi, dan buah-buahan. Namun, kami masih menghadapi tantangan mutu sumber daya manusia,” ujar Marcos da Cruz.

Gubernur Bali Wayan Koster (kanan) menerima cendera mata dari Menteri Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan Timor-Leste Marcos da Cruz (tengah) pada agenda Bali–Timor-Leste Business Forum di Jaya Sabha, Denpasar.

Di sektor kelautan, kesenjangan antara kapasitas serap industri dan cadangan alam terlihat kian mencolok:

  • ​Cadangan perikanan melimpah: Potensi laut Timor-Leste tercatat mencapai 700.000 ton per tahun.
  • ​Pemanfaatan belum optimal: Minimnya armada modern dan tenaga terampil membuat komoditas laut belum menjadi penopang utama devisa.
  • ​Pemberdayaan Gold Economy: Rombongan pengusaha Timor-Leste dibawa langsung ke Bali guna membedah manajemen usaha lokal yang terbukti bertahan melewati berbagai krisis ekonomi.

​”Harapannya, kami dapat belajar menjalankan bisnis dengan baik, sebagaimana telah banyak dicontohkan oleh masyarakat dan pelaku usaha di Bali,” tambah Marcos.

​Model Proteksi Endemik dan Mesin Pariwisata Bali

​Menanggapi kebutuhan Timor-Leste, Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan praktik perlindungan komoditas lokal dan pengelolaan pariwisata terpadu. Menurut Koster, kekuatan agrikultur Bali bertumpu pada perlindungan plasma nutfah secara ketat agar memiliki nilai tawar tinggi di pasar.

​”Khusus sapi Bali, sampai saat ini keberadaannya terus kami jaga dengan baik. Sapi dari luar Bali tidak diizinkan masuk demi menjaga kemurnian dan keasliannya,” tegas Koster.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan sambutan saat menyambut kedatangan delegasi Bali–Timor-Leste Business Forum di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar

Selain sapi, Koster mengenalkan sederet komoditas unggulan seperti salak, manggis, jeruk, beras, hingga babi Bali. Keunggulan tata kelola pangan tersebut berjalan beriringan dengan sektor pelesiran yang terus bangkit:

  • ​Kunjungan wisman 2026: Mencapai 4,6 juta orang per 30 September 2026, melampaui capaian periode yang sama tahun 2025.
  • ​Kontribusi Timor-Leste: Sebanyak 30.000 pelancong asal Timor-Leste tercatat mengunjungi Bali sepanjang tahun berjalan.
  • ​Sinergi bilateral: Koster mendorong agar arus kunjungan ini bertransformasi menjadi kerja sama perdagangan pangan dan logistik lintas batas.

​”Kami berharap setelah pertemuan ini, Bali dan Timor-Leste dapat maju bersama, saling mendukung, dan saling menopang dalam memajukan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Koster.

​Pertemuan malam itu turut dihadiri Wakil Presiden Veteran Mario Nicolao dos Reis, Koordinator Jenderal Bidang Ekonomi Jorge, serta Presiden Kamar Dagang dan Industri (CCI-TL) Jorge Manuel de Araujo Serrano. (editor: brv)