Mangupuranews – DENPASAR, Gubernur Bali Wayan Koster mendesak PT Pertamina Patra Niaga segera menuntaskan antrean panjang pengisian bahan bakar minyak (BBM) yang melanda sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Pulau Dewata demi menjaga citra pariwisata internasional.
Pertemuan darurat tersebut digelar di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, pada Senin (12/10/2026). Rapat koordinasi ini turut dihadiri perwakilan Hiswana Migas serta Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan.
Koster menegaskan, kelancaran distribusi BBM, khususnya jenis Pertalite dan Pertamax, merupakan kunci menjaga stabilitas daerah di mata internasional.
”Pengelolaan BBM di Bali agar dilakukan secara ketat. Hal ini penting untuk menjaga kondusivitas Bali di mata masyarakat dunia,” tegas Koster.
Analisis Krisis Pasokan dan Titik Hambat Distribusi
Kelangkaan dan antrean kendaraan yang terjadi di lapangan berakar pada ketatnya perimbangan antara konsumsi harian dan jeda pasokan logistik laut.
Rata-rata konsumsi Pertalite di Bali mencapai 2.200 kiloliter (kL) per hari. Ketika jadwal sandar kapal tanker pengangkut BBM mengalami pergeseran atau proses bongkar muat terhambat, ketahanan stok di tingkat SPBU langsung menyusut drastis.
Ketergantungan pasokan energi Bali pada jalur laut menuntut ketepatan waktu bongkar muat di dua pintu masuk utama, yakni Terminal BBM Sanggaran dan Terminal BBM Manggis.
Solusi Pertamina: Pasokan 26.200 kL Masuk Bertahap
Merespons instruksi kepala daerah, Sales Area Manager Retail Bali PT Pertamina Patra Niaga, Alam Kanda Winali, menyatakan pihaknya langsung mempercepat penyaluran stok dari kapal yang telah merapat.
Pertamina menyiapkan pasokan terpadu sebesar 26.200 kL yang didatangkan melalui skema pengiriman laut bertahap:
- Jadwal Sandar Kapal: Pengiriman terjadwal masuk pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026.
- Pintu Masuk Suplai: Seluruh kargo disalurkan melalui Terminal BBM Sanggaran dan Terminal BBM Manggis.
- Prioritas Penyaluran: Armada tangki dikerahkan untuk memprioritaskan SPBU dengan rasio konsumsi tertinggi dan antrean terpanjang.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan langkah ini diambil untuk menjamin kestabilan stok harian masyarakat.
”Jadwal kedatangan ini merupakan bagian dari upaya memastikan pasokan tetap terjaga dan kebutuhan BBM masyarakat Bali terpenuhi,” ujar Ahad dalam keterangan resminya.
Pihak Pertamina kini mengoptimalkan pembongkaran muatan selama 24 jam serta mengevaluasi alokasi kuota ke masing-masing wilayah secara harian agar antrean di SPBU kembali normal dalam hitungan hari. (editor: brv)






Tinggalkan Balasan