Mangupuranews – BADUNG, Ajang lari amal Road to Give Bali 2026 sukses melibatkan lebih dari 4.000 pelari di kawasan GWK Cultural Park, Badung, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan kolaborasi bersama Marriott International ini memadukan olahraga, aksi sosial, dan panorama budaya Pulau Dewata.
Inisiatif tahunan ini menghadirkan dua nomor lari, yakni kategori 2K dan 5K, yang melintasi tebing kapur ikonik Ungasan. Tingginya antusiasme peserta mempertegas pergeseran fungsi destinasi warisan budaya menjadi episentrum acara kebugaran berskala masif.
Penyelenggaraan acara olahraga berkapasitas besar kerap menghadapi tantangan daya tampung rute serta kenyamanan alur mobilitas massal. Melalui integrasi infrastruktur ruang terbuka, GWK Cultural Park berupaya membuktikan kesiapannya sebagai arena kegiatan kebugaran modern tanpa mengorbankan fungsi dasarnya sebagai cagar budaya.

Transformasi Kawasan Multifungsi dan MICE
Keberhasilan menampung ribuan peserta sekaligus memperlihatkan perluasan positioning GWK dari sekadar destinasi tamasya menjadi simpul Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) terpadu di Bali Selatan. Pengelola membuka ruang kolaborasi lintas sektor guna menjaga produktivitas aset kawasan.
Direktur Operasional GWK Cultural Park, Ch. Rossie Andriani, menegaskan komitmen pengelola dalam memfasilitasi gelaran berskala nasional hingga internasional.
“GWK Cultural Park terus mendukung kolaborasi yang menghadirkan gaya hidup sehat di tengah kawasan taman budaya. Kami menyambut baik penyelenggaraan Road to Give yang tidak hanya mendorong masyarakat untuk aktif berolahraga, tetapi juga membawa semangat kepedulian melalui kegiatan amal. Terima kasih kepada Marriott International yang kembali mempercayakan GWK Cultural Park sebagai venue penyelenggaraan acara ini. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan menghadirkan lebih banyak kegiatan positif bagi masyarakat,” kata Rossie.
Sebagai bagian dari Alam Sutera Group, kawasan seluas puluhan hektare ini terus memperkuat sarana penunjang kegiatan luar ruang. Layanan kuliner lokal seperti sajian bubur ayam, baked potato, dan ubi Cilembu dari Jendela Bali turut melengkapi fasilitas pemulihan peserta di garis finis.

Pilar Utama Fasilitas Pendukung GWK:
- Ruang Terbuka Hijau & Ikonik: Kontur tebing batu kapur berpadu dengan patung tembaga raksasa yang menyediakan jalur lari unik.
- Daya Tampung Masif: Area terbuka mampu mengurai kepadatan ribuan partisipan secara tertib.
- Pusat MICE Terintegrasi: Fasilitas panggung, logistik, dan atraksi 15 pertunjukan seni harian tersedia dalam satu kawasan terpadu.
Kombinasi antara aksi amal, rekreasi kebugaran, dan panorama lanskap Ungasan memposisikan sport tourism sebagai penggerak diversifikasi ekonomi pariwisata Bali ke depan. (editor: brv)






Tinggalkan Balasan