MANGUPURANEWS – BADUNG, PT Pegadaian (Persero) melalui program Pegadaian Peduli berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan roadshow edukasi keuangan bertajuk “FINANCIAL LITERACY ON THE WAY (FLOW): Mandiri Finansial Dimulai Hari Ini” di lingkungan perguruan tinggi di Bali. Salah satu rangkaian acaranya digelar di The Gade Creative Lounge (TGCL) Gedung Perpustakaan Universitas Udayana Kampus Jimbaran, Badung, pada Rabu (14/10), dengan mengundang ratusan mahasiswa dan masyarakat umum.

​Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa dan generasi muda mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, kewaspadaan terhadap kejahatan keuangan digital, serta pentingnya penanaman nilai-nilai integritas sejak dini.

Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian (Persero), Eka Pebriansyah, menegaskan bahwa kemampuan mengelola keuangan secara bijak merupakan bekal utama bagi mahasiswa dalam membangun masa depan yang mandiri.

”Generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di masa depan. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak sejak dini,” ujar Eka.

Ia berharap para peserta mahasiswa tidak hanya dapat mengambil keputusan finansial yang tepat, tetapi juga menjadi agen literasi atau Duta Literasi Keuangan yang membagikan dampaknya ke masyarakat luas.

​Dalam sesi pemaparan materi, Asisten Manajer Madya OJK Provinsi Bali, Kadek Suarjana, menyoroti maraknya kasus transaksi online yang menjadi modus kejahatan keuangan digital di wilayah Bali. Ia mengingatkan masyarakat dan mahasiswa agar selalu waspada, khususnya saat melakukan transaksi belanja online. Menurut Kadek, OJK banyak menerima pengaduan terkait penipuan pengiriman paket hingga penyebaran file berbahaya berformat APK yang berkamuflase sebagai undangan online. Jika file tersebut diunduh, perangkat ponsel pintar dapat diretas sehingga data pribadi diambil dan dompet digital milik korban jebol. Oleh karena itu, pemahaman akan tugas OJK dan mitigasi risiko kejahatan digital menjadi sangat krusial.

​Sementara itu, Junior Manager Kanwil VII Denpasar PT Pegadaian (Persero), Ardi Permadi, mengungkapkan bahwa persepsi masyarakat terhadap Pegadaian kini telah bergeser secara positif. Jika dahulu identik dengan tempat menggadai saat kesulitan dana, kini Pegadaian banyak diakses oleh kalangan masyarakat luas termasuk orang kaya untuk investasi emas.

“Sekarang berbeda. Pegadaian sudah menyediakan layanan tabungan emas dan cicil emas yang bisa dimulai dari nominal terjangkau, yakni mulai Rp10 ribu secara digital melalui aplikasi Tring, yang nantinya juga bisa ditukarkan ke bentuk emas fisik,” jelas Ardi usai acara.

Ardi menambahkan, dalam berinvestasi masyarakat diimbau untuk menggunakan ‘uang dingin’—yakni dana yang tidak digunakan untuk kebutuhan harian—serta tidak mudah terpengaruh tren (FOMO/Fear of Missing Out). Emas dinilai sebagai salah satu instrumen dengan risiko terendah yang cocok untuk menjaga nilai kekayaan dalam jangka menengah hingga panjang.
​Dari sisi pencegahan korupsi, Penyuluh Antikorupsi PT Pegadaian (Persero), I Komang Wijana, menekankan pentingnya penguatan integritas sejak dini. Pegadaian berkomitmen mengampanyekan pencegahan korupsi tidak hanya di lingkungan internal dan kampus, tetapi juga menyasar anak-anak sekolah dasar hingga masyarakat umum.

”Bahaya saat ini adalah perilaku koruptif yang dimulai dari hal-hal kecil, seperti perilaku titip absen atau mencontek. Karena itu, penguatan integritas dan kebiasaan (habit) kecil sehari-hari sangat penting untuk dibentuk sejak awal,” tegas Komang.

Melalui kegiatan kolaboratif ini, PT Pegadaian dan OJK berharap generasi muda Indonesia semakin cerdas finansial, terhindar dari kejahatan siber, serta memiliki fondasi integritas yang kuat. (red-tim)