Mangupuranews – BADUNG, Sekretariat DPRD Kabupaten Badung meluncurkan inovasi tata kelola digital terintegrasi bertajuk SIGAP DEWA untuk mempercepat pelayanan serta tindak lanjut aspirasi publik secara transparan.
Langkah ini dirancang guna membenahi sistem kerja birokrasi dari pola kerja manual yang kerap terkotak-kotak menjadi ekosistem digital yang adaptif.
Inovasi tersebut diinisiasi langsung oleh Sekretaris DPRD Kabupaten Badung, DR. I Gde Surya Kurniawan, SSTP., M.Si., dalam Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XX Tahun 2026.
Menjawab Persoalan Silo Birokrasi di Parlemen Daerah
Selama ini, digitalisasi di lingkungan pemerintahan kerap terjebak pada sebatas pengadaan aplikasi tanpa perubahan budaya kerja.
Beban koordinasi antara pimpinan dewan, fraksi, komisi, hingga perangkat daerah di Kabupaten Badung menuntut ketertiban dokumen dan kecepatan arus informasi yang bebas hambatan.
Sekretaris DPRD Badung, DR. I Gde Surya Kurniawan, menegaskan bahwa transformasi digital tidak boleh hanya dipandang sebagai pemindahan lembaran berkas ke layar monitor.
“Transformasi digital pemerintahan tidak cukup hanya memindahkan pekerjaan manual ke perangkat elektronik. Keberhasilan inovasi ditentukan oleh integrasi proses kerja, penguatan aparatur, serta budaya kolaboratif yang terukur,” ujar Surya Kurniawan.
5 Pilar Utama Fondasi SIGAP DEWA
Guna menghindari inefisiensi alur administrasi, sistem terpadu ini ditopang oleh lima pilar strategis yang saling terhubung:
- SIGAP Governance: Penataan SOP, pemetaan proses bisnis, dan kejelasan tanggung jawab lintas bagian.
- SIGAP Administrasi: Penerapan alur dokumen elektronik, arsip digital, dan pelacakan surat dinas secara real-time.
- SIGAP Pelayanan: Pemantauan status permohonan fasilitas gedung, peminjaman ruangan, dan kepuasan tamu dewan.
- SIGAP Data: Standardisasi dan validasi data terpusat sebagai dasar pijakan pengambilan keputusan pimpinan.
- SIGAP Kebijakan: Penyusunan analisis tren dan ringkasan eksekutif berbasis data untuk mendukung tugas kedewanan.
Kawal Penyaluran Suara Warga lewat Ekosistem DEWA
Kelebihan utama terobosan ini bertumpu pada pilar DEWA atau Ekosistem Wujud Aspirasi.
Sistem ini memfasilitasi penerimaan, pengelompokan, verifikasi, hingga pelacakan disposisi pokok pikiran masyarakat kepada organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.
“SIGAP DEWA tidak mengambil alih kewenangan DPRD maupun OPD Pemkab. Sistem ini memperkuat dukungan administrasi agar tindak lanjut suara warga berjalan tertib, terbuka, dan mudah dilacak,” imbuh Surya Kurniawan.
Mendorong Budaya Kerja Berkelanjutan dan SPBE
Penerapan sistem baru ini menyasar efisiensi pembentukan perda inisiatif dewan, pemantauan kinerja harian pegawai, hingga administrasi perjalanan dinas berbasis daring.
Selain aspek birokrasi, Setwan Badung turut membuka ruang kolaborasi lintas sektor, termasuk integrasi kanal informasi pariwisata hingga penyediaan etalase Galeri UMKM di lingkungan gedung dewan.
Langkah strategis ini menjadi wujud nyata penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sekaligus reformasi birokrasi di Kabupaten Badung yang mengedepankan keamanan data, profesionalitas, dan transparansi publik. (editor: brv)






Tinggalkan Balasan