MAMGUPUEANEWS – BADUNG, Indonesia kembali mencatatkan sejarah di kancah internasional dengan resmi menjadi tuan rumah The 63rd International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference 2026 yang digelar di Badung, Bali, Minggu (20/9/2026). Penyelenggaraan ini menjadi momentum krusial dalam memperjuangkan kesetaraan gender dan memperkuat kepemimpinan polisi wanita (polwan) di tingkat global.

​Konferensi internasional ini merupakan yang kedua kalinya bagi Indonesia setelah sebelumnya sukses digelar di Labuan Bajo pada 2021. Kapolri menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kepercayaan dunia internasional yang kembali diamanahkan kepada Indonesia.

“Such an honor for Indonesia to once again be entrusted with hosting the IAWP Conference for the second time, following Labuan Bajo in 2021,” ujar Kapolri saat membuka konferensi di hadapan para delegasi dari berbagai negara.

​Lebih dari sekadar ajang berkumpul, konferensi IAWP 2026 menjadi panggung strategis untuk membuktikan bahwa polwan memiliki peran setara, krusial, dan transformatif dalam penegakan hukum global. Kapolri menegaskan pentingnya mendobrak batasan serta menjadikan keberagaman latar belakang dan pengalaman sebagai kekuatan utama untuk membawa perubahan bermakna di institusi kepolisian.

“Together, we empower women. Together, we strengthen policing. Together, we uphold peace. And together, we lead global change,” tegas Kapolri dalam pidatonya.

​Melalui ruang forum ini, para polwan dari berbagai penjuru dunia saling bertukar pengalaman, mempelajari praktik terbaik (best practices), serta memperluas jejaring kerja sama. Pelatihan dan diskusi difokuskan pada peningkatan kapasitas kepemimpinan polwan dalam menghadapi tantangan penegakan hukum modern yang terus berkembang dan semakin kompleks.

​Kapolri menilai forum ini sangat relevan untuk memperkuat posisi serta peran perempuan dalam struktur kepolisian. Melalui solidaritas dan jejaring global yang makin kokoh, pengalaman dari tiap negara dapat diserap untuk mendorong kebijakan kepolisian yang lebih inklusif dan responsif gender.
​Dengan suasana hangat dan keramahan khas Bali, ajang ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antar-personel polwan, tetapi juga mengukuhkan komitmen kepolisian dunia dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan memperjuangkan kesetaraan gender di institusi penegak hukum secara berkelanjutan. (red-tim)