MANGUPURANEWS – DENPASAR, Musyawarah Daerah (Musda) Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana Indonesia Provinsi Bali Tahun 2026 resmi digelar di Graha Sewaka Dharma, Selasa (28/4/2026). Forum tertinggi organisasi di tingkat daerah ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah kebijakan serta memperkuat peran strategis penyuluh keluarga berencana di Bali.
Pelaksanaan Musda mengacu pada surat undangan panitia bernomor 476/02/IPeKB IND/Musda-Bali/IV/2025 tertanggal 21 April 2026. Kegiatan tersebut dihadiri pengurus dan anggota IPeKB se-Bali yang berpartisipasi aktif dalam proses pengambilan keputusan organisasi.
Ketua panitia, Putu Yunita, menyampaikan bahwa Musda tidak hanya menjadi ajang pemilihan kepengurusan baru, tetapi juga wadah evaluasi serta perumusan program kerja ke depan. Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 WITA dengan mengusung konsep ramah lingkungan, di mana peserta diimbau membawa tumbler untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Dalam forum tersebut, I Kadek Dwi Prisaadi terpilih sebagai Ketua IPeKB Bali periode selanjutnya. Ia diharapkan mampu membawa organisasi menjadi lebih solid dan adaptif dalam menghadapi tantangan program kependudukan dan keluarga berencana di Bali.
Sementara itu, Ni Nyoman Sri Indrayanti yang akrab disapa Ayu Sri Parwati resmi dilantik sebagai Ketua Umum DPC IPeKB Kabupaten Badung. Ia menegaskan bahwa IPeKB merupakan wadah penting dalam memperjuangkan aspirasi penyuluh KB sekaligus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme anggota.
“IPeKB harus mampu menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak penyuluh serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan program Bangga Kencana dari BKKBN,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, guna memastikan program kependudukan berjalan optimal di lapangan. Menurutnya, tantangan penyuluh KB saat ini semakin kompleks, terutama dengan hadirnya berbagai program prioritas kementerian yang menuntut peningkatan pelayanan, penggerakan masyarakat, serta advokasi di desa binaan.
Ke depan, Ayu Sri Parwati menyebut IPeKB Badung akan fokus menyusun rencana kerja jangka pendek, menengah, dan panjang, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
“Kami akan berupaya mencari sumber pendanaan alternatif melalui kegiatan seperti bazar maupun kerja sama, agar organisasi tetap bisa menjalankan program sosial, seperti membantu anak stunting, yatim piatu, pemberian sembako, serta dukungan pendidikan,” jelasnya.
Dalam waktu dekat, pihaknya juga berencana menggelar kegiatan bazar sebagai langkah awal memperkuat program organisasi sekaligus meningkatkan kebersamaan antaranggota.
Musda IPeKB Bali 2026 diharapkan mampu melahirkan kepengurusan yang solid dan program kerja inovatif, serta memperkuat peran penyuluh keluarga berencana dalam mendukung pembangunan keluarga berkualitas di Bali.
Dengan semangat kebersamaan dan profesionalisme, IPeKB Bali optimistis dapat terus berkontribusi dalam menyukseskan program pembangunan kependudukan dan keluarga berencana, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (red)
























































