Mangupuranews – DENPASAR, Menyambut peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat, jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Bali menggelar serangkaian aksi sosial kemanusiaan di Denpasar, Sabtu (5/9/2026). Momentum ini menjadi sarana konsolidasi moral dan akar rumput jelang agenda politik mendatang.

​Kegiatan diawali dengan aksi donor darah di halaman Kantor DPD Demokrat Bali yang berkolaborasi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali dan relawan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri. Setelah itu, rombongan pengurus langsung bergerak menyalurkan bantuan ke Yayasan Sayangi Bali di Peguyangan, Denpasar Utara.

Sekretaris Demokrat Bali, I Made Sada, saat mendonorkan darahnya dalam rangkaian acara HUT partai Demokrat ke 25

Sekretaris DPD Partai Demokrat Bali, I Made Sada, A.Md.Par., S.H., menegaskan bahwa fungsi partai politik tidak boleh tereduksi sebatas kontestasi kekuasaan berkala. Kehadiran nyata yang menyentuh penderitaan sesama menjadi tolok ukur pengabdian yang sesungguhnya.

​”Bantuan kita tidak selalu harus diukur dengan uang atau materi. Melalui donor darah, setetes darah yang kita berikan nyata membantu kemanusiaan dan menyelamatkan sesama,” ujar Made Sada di sela-sela kegiatan donor darah, Sabtu (5/9/2026).

 

​Standar Ketat Medis dan Filosofi Angka 25 Pendonor

​Aksi donor darah di kantor DPD berlangsung dengan penyaringan kesehatan yang ketat tanpa kompromi. Dari puluhan simpatisan dan kader yang mendaftar, tercatat tepat 25 orang dinyatakan lolos uji kelayakan medis dan berhasil mendonorkan darahnya.

Sekretaris Demokrat Bali, I Made Sada, saat menerima piagam ucapan terima kasih dari perwakilan PMI Provinsi Bali.

Angka 25 kantong darah tersebut menjadi capaian simbolis yang selaras dengan usia perak Partai Demokrat yang kini menginjak tahun ke-25. Ketatnya proses penyaringan dipicu oleh standar medis PMI guna memastikan keselamatan penerima donor:

  • Kondisi Fisik: Tubuh bugar, bebas gejala batuk atau flu, serta tidak mengonsumsi obat-obatan medis.
  • Gaya Hidup Bersih: Bebas konsumsi alkohol minimal satu pekan sebelum tindakan donor.
  • Parameter Vital: Berat badan minimal 50 kg dengan tekanan darah normal.

​Made Sada memaparkan bahwa mendonorkan darah secara teratur juga berdampak positif bagi kebugaran metabolisme tubuh pendonor.

​”Secara medis, donor darah memicu regenerasi sel-sel darah baru dan membantu membakar sekitar 650 kalori, setara dengan jalan cepat hampir lima kilometer. Menariknya, hari ini tepat 25 kantong darah berhasil terkumpul, selaras dengan momentum HUT ke-25 Partai Demokrat,” tuturnya.

 

​Sentuh Jiwa di Yayasan Sayangi Bali: Donasi Spontanitas dan Falsafah Pawongan

​Usai kegiatan donor darah, Made Sada bersama rombongan menyambangi Panti Asuhan Yayasan Sayangi Bali di Jalan Subak Dalem No. 3, Peguyangan, Denpasar Utara. Kehadiran delegasi Demokrat Bali diterima langsung oleh Ketua Umum Yayasan Sayangi Bali, Dewa Putu Wirata, S.H.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Bali, I Made Sada, A.Md.Par., S.H. (kiri), menyerahkan santunan tunai spontanitas kader sebesar Rp5.000.000 kepada Ketua Umum Yayasan Sayangi Bali, Dewa Putu Wirata, S.H. (kanan), di Panti Asuhan Sayangi Bali, Peguyangan, Denpasar Utara, Sabtu (5/9/2026).

Pertemuan berlangsung penuh kekeluargaan di ruang tengah panti yang saat ini merawat belasan bayi terlantar serta anak-anak berkebutuhan khusus (disabilitas cerebral palsy). Dalam kesempatan tersebut, pengurus menyerahkan bantuan kebutuhan pokok serta santunan tunai spontanitas hasil iuran kader sebesar Rp5.000.000.

​Made Sada menekankan bahwa kepedulian terhadap anak-anak yatim piatu dan disabilitas merupakan pengejawantahan dari nilai luhur Tri Hita Karana, khususnya unsur Pawongan (keharmonisan hubungan antarsesama manusia).

​”Kami hadir di sini membawa rasa cinta kasih dan empati. Walau bantuan ini lahir secara spontan dari iuran ikhlas pengurus dan kader sebesar lima juta rupiah, mohon jangan dilihat dari kecil nilainya, tapi dari ketulusan hati kami untuk terus menyemangati anak-anak dan pengurus yayasan,” ungkap Made Sada saat menyerahkan donasi.

 

​Menerima kehadiran rombongan, Ketua Umum Yayasan Sayangi Bali, Dewa Putu Wirata, S.H., menyambut hangat ketulusan tersebut. Baginya, kunjungan langsung para tokoh masyarakat menjadi energi moral yang sangat berharga bagi kelangsungan operasional panti.

​”Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Bapak Made Sada beserta seluruh jajaran pengurus Partai Demokrat Bali. Anak-anak yang kami rawat di sini sebagian besar adalah bayi terlantar dan anak-anak disabilitas cerebral palsy yang membutuhkan perawatan intensif setiap hari,” ungkap Dewa Putu Wirata dengan haru.

​”Perhatian dan kepedulian seperti inilah yang menyalakan semangat kami para pengasuh untuk terus berjuang merawat mereka. Bantuan uang tunai dan logistik ini sangat berarti untuk kelangsungan operasional dan pemenuhan nutrisi anak-anak,” pungkasnya. (brv).