MANGUPURANEWS – DENPASAR, Kabar duka menyelimuti kalangan birokrasi dan tokoh masyarakat Bali. Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung, Dr. I Wayan Subawa, SH., MH., meninggal dunia pada Kamis malam (30/4/2026) di RS Siloam Denpasar. Almarhum disebut berpulang akibat penyakit jantung.
Informasi wafatnya tokoh senior ini disampaikan wartawan senior Bali, Komang Suarsana atau yang akrab disapa Kos. Ia mengenang almarhum sebagai sosok birokrat berpengalaman dengan perjalanan panjang di dunia pemerintahan, politik, hingga kehidupan adat di Bali.
Menurut Kos, selama hidupnya I Wayan Subawa dikenal luas sebagai figur yang memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Badung. Dedikasi dan pengabdiannya menjadi bagian penting dalam perjalanan birokrasi daerah tersebut.
Selain berkiprah di pemerintahan, almarhum juga aktif sebagai tokoh masyarakat di wilayah Yangbatu, Denpasar. Ia menjabat sebagai Bandesa Adat Pagan, Denpasar Timur. Dalam kehidupan keluarga, almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga anak, yakni Ni Nyoman Ismayani, I Gede Dwi Purnama Putra, dan Ni Putu Ita Wulandari.
Almarhum merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Udayana tahun 1981. Kariernya di dunia birokrasi terbilang panjang dengan berbagai jabatan strategis, di antaranya Penjabat Bupati Badung pada 2005, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung, Pj Sekda Badung, Asisten I Tata Praja Sekwilda Badung, serta sejumlah posisi di Bappeda Badung dan Pemerintah Kabupaten Tabanan.
Tak hanya di pemerintahan, kiprahnya juga terlihat di dunia politik. Ia pernah dipercaya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Provinsi Bali periode 2024–2025.
Sejumlah tokoh turut menyampaikan duka cita atas kepergian almarhum. Sosok I Wayan Subawa dinilai sebagai figur birokrasi yang memiliki integritas, pengalaman luas, serta dedikasi tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.
Kepergian almarhum meninggalkan kesan mendalam bagi banyak pihak. Ia dikenang sebagai pribadi yang konsisten mengabdi di jalur pemerintahan, politik, dan adat di Bali.
“Selamat jalan Pak Yan. Dumogi amor ring Acintya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ucap Kos dalam doa perpisahan.
Ucapan belasungkawa juga datang dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya dari Yayasan Tri Hita Karana Jambangan:
Selamat jalan Kakanda, Senior, Bpk Dr. I WAYAN SUBAWA, SH, MH.
Kehilangan & turut berduka cita atas berpulangnya
Bpk. Dr. I WAYAN SUBAWA, SH, MH.
Selamat jalan keharibaan abadi.
Terima kasih atas semua kebersamaan, menjadi cerita indah tak terlupakan.
Ibu, Anak, Cucu & keluarga besar yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
Semua prosesi upacara diberikan kelancaran.
Dumogi Amor Ing Acintya.
Rahayu
YAYASAN TRI HITA KARANA JAMBANGAN. (red)
























































