TABANAN | mangupuranews.com – Pengurus Savate Kabupaten Tabanan resmi menggelar latihan bersama dan sosialisasi di GOR Debes Tabanan pada Selasa (30/6/2026). Langkah strategis ini diambil guna menjaring sekaligus mencetak atlet berprestasi Tabanan dari tingkat pelajar sekolah dasar hingga menengah atas.
Dukungan KONI Bali untuk Olahraga Bela Diri Savate
Perkembangan olahraga bela diri Savate di Pulau Dewata mendapat respons positif dari otoritas olahraga tertinggi daerah. Meskipun masih berstatus calon anggota KONI, organisasi ini dinilai menunjukkan progres pembinaan yang sangat masif di akar rumput.
Sekretaris Umum KONI Bali, I Ketut Jagra Sunu, mengapresiasi akselerasi kepengurusan yang kini telah terbentuk di sembilan kabupaten/kota se-Bali.
”Secara prinsip kami sudah menyetujui (keanggotaan). Harapan kami, tahun ini Savate resmi menjadi anggota KONI Bali dan tahun depan dapat dipertandingkan sebagai cabang ekshibisi pada Porprov Bali 2027,” ujar Jagra Sunu.
Target Kejurnas 2026 dan Nomor yang Dipertandingkan
Eksistensi Savate di kancah nasional terbukti lewat partisipasi aktif atlet dalam berbagai kejuaraan sejak tahun lalu. Bahkan, Bali telah dipercaya untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Savate yang dijadwalkan pada November mendatang.
Sekretaris Umum Savate Provinsi Bali, Deva Putra, menjelaskan bahwa olahraga asal Prancis ini sangat inklusif dan dapat diikuti mulai usia tujuh tahun. Kategori pertandingan dibagi ketat berdasarkan kelompok umur serta berat badan.
Berikut adalah tiga nomor utama yang dipertandingkan dalam olahraga Savate:
- Body Contact (Kontak fisik penuh)
- Point Fighting (Pertarungan berbasis poin/teknik)
- Seni Tongkat (Kategori estetika dan ketangkasan alat)
Strategi Akar Rumput: Masuk Kecamatan hingga Aksi Sosial
Ketua Savate Pengkab Tabanan, Romanica Anggela Intanisari, menegaskan pihaknya tidak akan bergerak pasif di pusat kota saja. Saat ini, mereka telah membina sekitar tujuh atlet senior dan lima atlet junior berusia 8–12 tahun.
Untuk mendongkrak popularitas cabang olahraga baru ini, pengurus telah menyiapkan tiga strategi utama:
- Sosialisasi Langsung: Menggelar latihan keliling ke sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Tabanan.
- Pendekatan Humanis (CSR): Mengadakan aksi sosial seperti gerakan bersih-bersih pantai dan fasilitas umum.
- Kampanye Digital: Memanfaatkan media sosial secara intensif sebagai sarana edukasi visual bagi generasi muda.
Prioritaskan Karakter dan Tata Kelola Organisasi
Bagi publik Tabanan yang tertarik, pihak pengurus kini membuka kesempatan seluas-luasnya untuk bergabung. Fokus utama kepengurusan baru ini tidak sekadar mengejar medali, melainkan membentuk mentalitas positif para anggotanya.
”Target kami adalah melahirkan atlet yang beretika, berkarakter, dan berprestasi,” pungkas Anggela.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Umum Savate Tabanan, I Nyoman Duantara, mengingatkan pentingnya manajemen internal yang sehat. Menurutnya, prestasi olahraga yang berkelanjutan mustahil dicapai tanpa tata kelola organisasi yang rapi dan transparan (brv).
































