MANGUPURANEWS – BADUNG, DPRD Kabupaten Badung menggelar Rapat Paripurna Masa Persidangan Pertama dengan agenda penyampaian Pandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi, di Ruang Sidang Utama Gosana, Lantai III Sekretariat DPRD Badung, Rabu (13/8/2025).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, didampingi Wakil Ketua I Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, Wakil Ketua II I Made Wijaya, dan Wakil Ketua III Made Sunarta. Hadir pula Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta, pimpinan fraksi dan anggota DPRD, Forkopimda, Sekda Badung Ida Bagus Surya Suamba, pimpinan instansi vertikal dan OPD, serta tenaga ahli DPRD dan fraksi.

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menjelaskan, tiga fraksi yang ada PDI Perjuangan, Golkar, dan Gerindra, telah menyampaikan pandangan umum yang umumnya selaras dengan penjelasan Bupati sebelumnya, dengan penekanan khusus dari Fraksi PDI Perjuangan terkait isu sampah.

“Penanganan sampah harus diberlakukan untuk semua pihak dan sesuai aturan. Aturan ini mengikat pemerintah maupun masyarakat. Masalah sampah tidak mungkin diselesaikan pemerintah saja, harus ada peran bersama,” tegas Anom Gumanti.

Ia mendorong pelibatan seluruh unsur pemerintah daerah, mulai ASN, PPPK, camat, lurah, kepala desa, hingga kepala lingkungan. “Bisa melalui sosialisasi, bukan hanya eksekusi. Komunikasi dengan desa adat penting karena sesuai peraturan Gubernur, penyelesaian berbasis desa adat. Salah satu opsi yang bisa dibahas adalah Teba Modern,” ujarnya.

DPRD juga meminta dukungan anggaran desa dan kelurahan untuk penanganan sampah. “Kami minta floating anggaran yang ada di desa dan kelurahan juga diarahkan untuk penanganan sampah, sehingga semua bergerak,” tambahnya.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengapresiasi pandangan fraksi yang dinilai sejalan dengan kebijakan eksekutif. “Fokusnya pada infrastruktur, penanganan sampah, air, dan target-target yang tercantum dalam Rancangan Perubahan APBD 2025 serta KUA-PPAS 2026. Langkah fraksi inline dengan pemikiran kami menyikapi isu strategis di Badung dan Bali,” jelasnya.

Adi Arnawa mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir ia menggelar rapat maraton bersama Gubernur Bali Wayan Koster dan Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara membahas masalah sampah.

“Badung dan Denpasar menyumbang volume besar sampah ke TPA Suwung. Dengan rencana penutupan TPA Suwung oleh pemerintah pusat, kami mengambil langkah cepat dengan program pengelolaan sampah berbasis sumber. Rapat maraton ini membahas progres dan mitigasi yang harus segera dijalankan,” pungkasnya. (Ich)