Mangupuranews – GIANYAR, Yayasan Kaori Welas Asih mengunjungi Yayasan Anak Unik di Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali, pada Senin (31/8/2026). Kunjungan ini bertujuan memperkuat dukungan sosial bagi puluhan anak berkebutuhan khusus.

​Pemilik Yayasan Kaori Welas Asih, Ni Kadek Winie Kaori Intan Mahkota, S.E., hadir bersama sang suami, Sandoz Prawirotama. Rombongan disambut langsung oleh Pendiri Yayasan Anak Unik, Ni Gusti Putu Parmiti, S.E., beserta jajaran pengajar dan para siswa.

Awal Mula dan Tantangan Penanganan Disabilitas Intelektual

​Perjalanan Yayasan Anak Unik bermula pada 2012 dari sebuah lembaga bimbingan belajar sederhana. Seiring berjalannya waktu, tempat ini berkembang menjadi ruang aman bagi anak-anak dengan disabilitas intelektual (low IQ) hingga spektrum autisme.

Pendiri Yayasan Anak Unik, Ni Gusti Putu Parmiti, S.E. (kedua dari kiri), menjabat tangan Pemilik Yayasan Kaori Welas Asih, Ni Kadek Winie Kaori Intan Mahkota, S.E. (kedua dari kanan), saat menerima kunjungan sosial dan dukungan fasilitas pembelajaran di Yayasan Anak Unik, Sukawati, Gianyar

Ni Gusti Putu Parmiti mengungkapkan bahwa tantangan terbesar pada masa awal pendirian justru datang dari lingkungan keluarga dan stigma masyarakat. Kurangnya informasi membuat banyak orang tua merasa malu atau salah dalam memberikan penanganan.

​”Banyak di sekitar kita ada begitu banyak anak-anak seperti itu dan penanganannya salah, misalnya salah diagnosa atau dikirim ke tempat yang tidak tepat. Saya yakin orang tua tidak jahat, tetapi mereka tidak tahu ke mana mencari bantuan,” ujar Parmiti.

Metode Pendekatan Khusus dan Perkembangan Fasilitas

​Saat ini Yayasan Anak Unik membina sekitar 62 siswa dari berbagai kelompok usia. Berbeda dengan sekolah formal yang mengembangkan materi, yayasan ini berfokus pada penyederhanaan instruksi agar sesuai dengan kapasitas penerimaan siswa.

​Sejak Juni lalu, para siswa dan guru baru bisa merasakan fasilitas gedung sekolah yang lebih ideal. Sebelumnya, seluruh aktivitas kegiatan belajar mengajar masih menumpang di rumah adat keluarga pendiri.

Ketua Yayasan Kaori Welas Asih, Ni Kadek Winie Kaori Intan Mahkota, S.E. (kanan), bersama pendiri Yayasan Anak Unik, Ni Gusti Putu Parmiti, S.E. (kedua dari kiri), mendampingi dan menyerahkan bantuan sembako serta sarana kerajinan tangan kepada anak-anak berkebutuhan khusus di Desa Kemenuh, Sukawati, Gianyar

Beberapa poin penting mengenai operasional dan layanan di Yayasan Anak Unik meliputi:

  • Sistem Pembelajaran: Menyesuaikan frekuensi komunikasi dan kesepakatan awal bersama orang tua murid.
  • Model Pembiayaan: Menggabungkan subsidi silang dari program bimbingan belajar, donasi publik, serta bantuan barang operasional.
  • Prinsip Layanan: Tidak menolak siswa berapa pun usianya, guna memastikan anak tetap mendapatkan interaksi sosial yang sehat.

Apresiasi dan Sinergi Kepedulian Sosial

​Kunjungan dari Yayasan Kaori Welas Asih menjadi bentuk apresiasi nyata atas dedikasi para pengajar di Gianyar. Sinergi antar-lembaga sosial ini diharapkan dapat terus menghapus stigma negatif terhadap anak berkebutuhan khusus.

​”Yayasan Anak Unik hadir melengkapi, mewarnai, sekaligus memberikan sentuhan cinta kasih. Di sini kita melihat bagaimana mereka dididik dan diedukasi tanpa melihat kesempurnaan fisik semata, melainkan memanusiakan manusia,” kata Winie Kaori.

​Selain mengunjungi yayasan, rombongan Kaori Welas Asih juga menyalurkan bantuan paket sembako kepada sejumlah lansia di wilayah sekitar sebagai bagian dari aksi kepedulian sosial. (brv)