Mangupuranews – MANGUPURA, Sekretariat DPRD Badung memperketat pengawasan kinerja pegawai pascatemuan sidak sekaligus merilis inovasi digital SIGAP DEWA. Langkah reformasi birokrasi ini diambil guna memastikan pelayanan terhadap lembaga legislatif maupun masyarakat tetap berjalan optimal, transparan, dan akuntabel.

​Sekretaris DPRD (Sekwan) Badung, Dr. I Gde Surya Kurniawan, S.STP., M.Si., menegaskan pihaknya langsung bergerak cepat menindaklanjuti temuan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Badung. Pada September lalu, sidak tersebut mendapati empat pegawai Setwan mangkir dari meja kerja saat jam dinas berlangsung.

​”Kami apresiasi sidak tersebut. Itu menjadi cermin dan evaluasi bagi kami. Terkait 4 pegawai yang terjaring, kami sudah klarifikasi internal. Prinsipnya kami tidak mentolerir indisipliner. Presensi web itu hanya alat, yang utama adalah kehadiran fisik dan kinerja,” tegas Surya saat ditemui di Kantor DPRD Badung, Jumat (23/10/2026).

​Evaluasi Kinerja: Celah Absensi Web dan Tuntutan Reformasi Internal

​Insiden mangkirnya aparatur di lingkungan sekretariat menyingkap celah mendasar pada pola pengawasan absensi digital selama ini. Sistem presensi web kerap disalahartikan sebatas pemenuhan formalitas kehadiran, tanpa diimbangi kepatuhan kerja di lapangan.

​Kondisi tersebut menuntut adanya perombakan skema pengawasan internal. Surya menekankan bahwa integritas aparatur menjadi taruhan besar, mengingat fungsi vital sekretariat sebagai penopang utama operasional para wakil rakyat di Kabupaten Badung.

​Guna memutus rantai pelanggaran tersebut, Setwan Badung menerapkan tiga formula tindakan korektif:

  • ​Sanksi Disiplin Berjenjang: Mengacu pada PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS, hukuman disiapkan mulai dari teguran lisan, tertulis, hingga penangguhan hak kepegawaian.
  • ​Pengawasan Berlapis: Pemeriksaan tidak lagi bertumpu pada presensi web semata, melainkan dipadukan dengan absensi manual, verifikasi harian atasan langsung, dan sidak internal berkala.
  • ​Pembinaan Kultur Kerja: Menanamkan kesadaran bersama bahwa stabilitas pelayanan DPRD bergantung penuh pada kedisiplinan jajaran sekretariat..

​SIGAP DEWA: Integrasi Sistem Pemerintahan Digital dan Penilaian E-Kinerja

​Sebagai solusi terintegrasi jangka panjang, Setwan Badung meluncurkan kebijakan inovasi Sistem Integrasi Governance, Administrasi dan Pelayanan Digital untuk Ekosistem Wujud Aspirasi (SIGAP DEWA) pada Oktober 2026.

​Sistem ini memangkas fragmentasi administrasi yang selama ini berjalan secara terpisah. Mulai dari pengelolaan surat, dokumen persidangan, arsip data, hingga penyusunan peraturan daerah inisiatif kini bermuara dalam satu kanal digital yang paperless dan real time.

​Melalui arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), platform ini memberikan sejumlah terobosan penting:

  • ​Aksesibilitas Legislatif: Anggota dewan dapat memantau jadwal sidang, berkas persuratan, serta draf produk hukum secara langsung lewat dashboard terpadu.
  • ​Analisis Kebijakan Berbasis AI: Penerbitan kajian telaah atas aspirasi warga serta pengawasan lapangan diproses memanfaatkan kecerdasan buatan, lalu diteruskan ke komisi kerja terkait.
  • ​Kunci Pengawas Kinerja (E-Logbook): Mengharuskan staf melaporkan aktivitas harian secara terperinci guna mengunci ruang gerak praktik ‘hadir tanpa bekerja’.

​Surya memastikan instrumen ini terhubung langsung dengan sistem remunerasi pegawai. Kehadiran modul kerja harian menutup peluang manipulasi jam kerja karena setiap capaian tercatat secara sistemik.

​”Jadi tidak ada lagi cerita sudah presensi tapi tidak ada kinerja. Semua terukur, transparan, dan menjadi dasar penilaian TPP dan kinerja. Ini mencegah indisipliner dan meningkatkan akuntabilitas,” urai mantan pejabat birokrasi tersebut.

​Transformasi digital ini diproyeksikan menjadikan Sekretariat DPRD Badung sebagai role model birokrasi modern di Bali. Keberhasilan inovasi daerah pada akhirnya diukur dari konsistensi penegakan aturan serta kecepatan birokrasi dalam merespons kebutuhan publik.

​”Harapan saya sederhana, Sekretariat DPRD Badung harus menjadi sekretariat yang Lugas dan Terpercaya. Dengan disiplin yang kuat dan dukungan SIGAP DEWA, kami ingin melayani anggota dewan dengan prima, dan yang paling utama melayani masyarakat Badung dengan cepat, transparan, dan akuntabel,” tutup Surya. (Brv)