Aktivitas Megaproyek Trans Studio Denpasar Dimulai.

banner 468x60
Alat berat tampak beroperasi mengeruk lahan yang bakal dijadikan pusat perbelanjaan, dan pusat hiburan lengkap di kawasan perbatasan Badung-Denpasar, Jumat (15/9). 


DENPASAR – MANGUPURANEWS.com –Tiga alat berat mulai mengeruk lahan di kawasan Jalan Imam Bonjol, di kawasan perbatasan Denpasar-Badung, Jumat (15/9/2017).

Tampak tukang mulai bekerja di lahan yang kabarnya bakal dijadikan pusat perbelanjaan, dan Trans Studio itu. Sebuah pusat perbelanjaan baru lengkap dengan tempat hiburan.

“Terakhir tim ABG (Ahli Bangunan Gedung) sudah konsultasi ke kami. Mereka menanyakan syarat-syarat izinnya. Sampai sekarang kami belum keluarkan izin secara resmi, baru konsultasi-konsultasi saja,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Dinas Perizinan) Kota Denpasar, Kadek Kusuma Diputra, kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, CT Corp bakal membangun Transmart dan Trans Studio di Denpasar, tepatnya sekitar 500 meter ke utara dari arah simpang Sunset Road-Imam Bonjol, Denpasar.

Bahkan, disebut-sebut Trans Studio di Denpasar ini tercanggih se-Asia Tenggara.

Kusuma Diputra menjelaskan, untuk bisa mendapatkan izin dari Pemkot Denpasar, CT Corp harus melengkapi dokumen-dokumen yang sebagai persyaratan dari keluarnya izin.

Di antaranya melengkapi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) lalu lintas dari instansi Perhubungan, dokumen lingkungan hidup, dan mengenai rencana bangunan harus mendapatkan rekomendasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar.

“Kalau ada kegiatan industri, harus ada rekomendasi juga dari Disperindag. Setelah itu baru kami bisa proses izinnya,” jelas Kusuma Diputra.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar, IB Rahoela yang ikut menerima kunjungan Chairul Tanjung pada Februari lalu mengungkapkan pada prinsipnya Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra menyetujui rencana pembangunan Trans Studio di Denpasar.

Namun, kata Rahoela, Rai Mantra waktu itu meminta agar semuanya dikaji terlebih dahulu, baik dari segi tata ruang, arsitektur, lalu lintas, dan lain sebagainya.

“Artinya perlu kajian secara holistik dulu, baik segi arsitektur, tata ruang, dan lainnya,” kata Rahoela.

Sementara itu, pihak CT Corp belum bisa dikonfirmasi terkait rencana pembangunan tersebut.(*)

Sumber; bali.tribunnews.com

 

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses