BBPOM Denpasar Uji Sampel Kuliner Pesta Kesenian Bali ke-48, Hasilnya Negatif Bahan Berbahaya

bbpom denpasar uji sampel kuliner pesta kesenian bali
bbpom denpasar uji sampel kuliner pesta kesenian bali
banner 468x60

MANGUPURANEWS – DENPASAR, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar kembali turun ke lapangan untuk memastikan keamanan pangan siap saji yang dijajakan di area kuliner Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 di Art Centre Denpasar, Sabtu (13/6/2026). Langkah ini diambil guna menjamin produk pangan yang dikonsumsi masyarakat maupun wisatawan di ajang tahunan seni budaya terbesar di Bali tersebut benar-benar aman.
​BBPOM Denpasar tidak bergerak sendiri. Pemantauan ini dilakukan bersinergi dengan lintas sektor terkait, mulai dari Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perikanan dan Kelautan, hingga Dinas Kesehatan setempat. Bersama-sama, petugas melakukan pengambilan sampel (sampling) dan uji cepat (rapid test) terhadap sejumlah pedagang UMKM kuliner di lokasi.
​Dari hasil penyisiran, petugas mengambil sedikitnya 19 sampel makanan siap saji yang populer di kalangan pengunjung. Sampel tersebut meliputi sate lilit ikan laut, bumbu rujak, bumbu serombotan, es mutiara, bakso, tahu, mie, hingga pangsit. Pengujian difokuskan pada empat parameter bahan berbahaya yang dilarang untuk pangan, yakni Boraks, Formalin, serta pewarna tekstil Rhodamin B dan Methanil Yellow.
​Hasilnya melegakan. Berdasarkan pengujian langsung di laboratorium keliling milik BBPOM Denpasar, seluruh sampel dinyatakan negatif atau bebas dari kandungan bahan berbahaya tersebut.

​Selain menguji kandungan kimia, petugas BBPOM Denpasar dan instansi terkait juga mengawasi langsung penerapan higienitas di setiap stan kuliner. Petagang diimbau untuk menjaga kebersihan diri dan kebersihan sajian agar makanan terhindar dari kontaminasi bakteri atau fisik.
​Kepala Tim Sertifikasi dan Infokom BBPOM Denpasar, Putu Ekayani, menjelaskan bahwa pangan yang aman harus terbebas dari tiga unsur bahaya, yaitu kimia, biologi, dan fisik.

“Dan itu juga tadi untuk menghindari, kita sarankan kepada para pedagang, pertama untuk menghindari bahaya kimia, kita sudah uji nih sekarang. Kalo pangan yang aman itu kan pangan yang bebas dari tiga bahaya: bahaya fisik, bahaya kimia, dan bahaya biologi. Bahaya kimia kita uji hari ini, bener enggak dia bebas dari bahaya kimia? Ternyata astungkara bebas dari bahaya kimia,” ujar Putu Ekayani di lokasi.

Bacaan Lainnya
banner 300250

​Meski aman secara kimiawi, Putu Ekayani menekankan pentingnya menjaga aspek biologi dan fisik yang saat peninjauan dinilai masih perlu ditingkatkan oleh para pedagang.

“Kemudian bahaya biologi, dari pencemaran mikroba. Seperti tadi ada lalat, dia (pedagang) tutup dengan penutup. Bahaya fisik yang kita perhatikan, mungkin tiap hari harus diperhatikan, supaya memakai celemek dan penutup kepala. APD-nya (alat pelindung diri) kurang lengkap,” tambahnya mengingatkan.

​Langkah proaktif dari BBPOM Denpasar ini rupanya mendapat sambutan hangat dari para pelaku UMKM yang berjualan di Art Centre Denpasar. Mereka mengaku terbantu karena hasil uji ini dapat meningkatkan kepercayaan para pembeli. Ayu Astini, salah seorang pedagang kuliner di area PKB, menilai pengawasan seperti ini memberikan dampak yang sangat positif, baik bagi pedagang maupun konsumen.

“Sangat positif, kita jadi tahu mana produk yang mengandung bahan kimia yang merusak kesehatan kita. Sangat baik pengaruhnya, kita pedagang makanan memunculkan kepercayaan masyarakat, apalagi setelah diuji hasilnya bener-bener sehat, layak dikonsumsi masyarakat,” ungkap Ayu Astini sembari tersenyum. 

​Dengan hasil uji laboratorium yang bersih ini, masyarakat yang hendak berkunjung dan berburu takjil atau kuliner tradisional di Pesta Kesenian Bali ke-48 kini tidak perlu ragu lagi akan keamanan makanan yang disajikan di area food court Art Centre Denpasar. (red-tim) 

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses