MANGUPURANEWS – DENPASAR, Ketua Umum DPP Forum Bela Negara Republik Indonesia (FBN RI), Prof. Dr. Ir. Zainal Abidin Sahabuddin, MM., melalui Sekretaris Jenderal A. Taufik Gumay, secara resmi melantik dan menetapkan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FBN RI Provinsi Bali masa bakti 2025–2030.
Prosesi pelantikan berlangsung di Zizz Convention Hotel, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, pada Minggu (12/10/2025).
Dalam struktur kepengurusan yang baru, Ida Bagus Putu Parta, SE., SH. dipercaya memimpin DPW FBN RI Bali untuk lima tahun ke depan. Ia didampingi oleh jajaran wakil ketua: Dr. Dra. Ni Made Cantiari, Kolonel (Purn) Drs. I Nyoman Nandera, Anak Agung Nanik Suryani, dan Letkol (Purn) I Made Rastina.
Posisi sekretaris diemban oleh Ni Wayan Suwardi dengan tiga wakil, sementara jabatan bendahara dipercayakan kepada Ida Bagus Sutejayasa beserta timnya.
Dewan Penasehat DPW FBN RI Bali turut diisi tokoh-tokoh strategis dari unsur Forkopimda, akademisi, dan masyarakat, termasuk Gubernur Bali, Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Danlanud Ngurah Rai, Danlantamal Bali, serta sejumlah tokoh publik dan akademisi ternama seperti Prof. Dr. dr. Suryani, Sp.J dan Brigjen Pol (Purn) Drs. I Dewa Made Suharya.
Penetapan kepengurusan ini merupakan tindak lanjut hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) FBN RI di Denpasar pada Oktober 2024 dan Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswilub) DPW Bali.
Sekjen FBN RI, A. Taufik Gumay, menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah strategis menghadapi tantangan kebangsaan yang semakin kompleks, terutama terkait ancaman non-militer dan asimetris.
Menurutnya, penyusupan ideologi melalui jalur sosial, ekonomi, dan budaya kini menjadi ancaman nyata yang perlu diwaspadai.
“Ancaman paling berbahaya hari ini bukan lagi serangan militer, tapi infiltrasi nilai dan ideologi yang menggerus jati diri bangsa,” ujarnya.
Untuk itu, FBN RI akan menghidupkan kembali Pendidikan Moral Pancasila (PMP), Wawasan Nusantara, dan Wawasan Kebangsaan melalui kerja sama dengan sekolah dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
“Kami telah berkoordinasi dengan sejumlah universitas, dan mereka menyambut baik sinergi ini,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, I Wayan Suyasa, SH., selaku Dewan Penasehat DPW FBN RI Bali sekaligus Ketua DPP Korwil Bali–Nusra, menegaskan bahwa FBN RI merupakan wadah moral seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keutuhan NKRI tanpa tendensi politik.
“FBN RI hadir untuk bangsa, bukan kepentingan kelompok. Siapapun pemerintahnya, kita harus mendukung penuh demi kemajuan Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPW FBN RI Bali Ida Bagus Putu Parta menegaskan bahwa kehadiran organisasi ini adalah bentuk nyata pengabdian terhadap amanat konstitusi.
“FBN RI adalah wadah kolektif masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat nasionalisme dan bela negara sebagaimana termaktub dalam Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 30 ayat (1) UUD 1945,” jelasnya.
Putu Parta mengungkapkan, struktur DPW Bali terdiri atas sebelas departemen fungsional yang akan menjalankan program strategis bekerja sama dengan berbagai instansi, seperti Kodam IX/Udayana, Polda Bali, Kesbangpol, dan lembaga daerah lainnya.
Ia juga menargetkan penyelesaian Musda di empat kabupaten yang belum terlaksana, yakni Karangasem, Klungkung, Bangli, dan Jembrana.
“Lima kabupaten lainnya sudah selesai melaksanakan Musda, dan kami akan segera menuntaskan empat wilayah lainnya,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali, Gede Suralaga, menegaskan bahwa semangat bela negara tidak identik dengan kesiapan mengangkat senjata.
“Di Bali, Bela Negara berarti Nindihin Gumi Bali menjaga tanah, air, dan budaya agar tetap harmonis,” ujarnya.
Menurutnya, nilai-nilai lokal seperti Tat Twam Asi dan Tri Hita Karana menjadi landasan moral bela negara di Bali, karena mencerminkan keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas.
Ia berharap gerakan FBN RI dapat diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti pembinaan generasi muda dan kampanye cinta tanah air yang berakar pada budaya lokal.
Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) Kemhan RI, Brigjen TNI G. Eko Sunarto, menegaskan bahwa bela negara adalah panggilan hati dan tanggung jawab moral seluruh rakyat Indonesia.
“Kita menghadapi ancaman non-militer yang jauh lebih kompleks, seperti disinformasi, radikalisme, narkoba, korupsi, hingga kerusakan lingkungan,” ujarnya.
Ia menekankan agar organisasi Bela Negara tidak berhenti pada slogan dan kegiatan seremonial, tetapi bergerak aktif melalui kerja sosial, edukasi kebangsaan, dan pembinaan moral di masyarakat.
“FBN RI harus menjadi pelopor gerakan kebangsaan yang menanamkan cinta tanah air dan semangat persatuan,” tegasnya.
Pelantikan DPW FBN RI Bali turut dihadiri oleh Dirjen Pothan Kemhan RI Brigjen TNI G. Eko Sunarto, Kaban Kesbangpol Provinsi Bali Gede Suralaga, Sekjen DPP FBN RI A. Taufik Gumay, jajaran DPD FBN se-Bali, serta perwakilan Polda Bali, Kodam IX/Udayana, dan para undangan lainnya.
Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan, menjadi momentum kebangkitan kembali nilai-nilai Pancasila di Pulau Dewata.(red/ich)























































