Mangupuranews – BANGLI, Gerak cepat penanganan pascamusibah kebakaran berlangsung di kawasan perbukitan Kintamani, Bangli. Komunitas relawan Semeton MSP bersama Yayasan Gumi Suci Lestari (GSL) Peduli menyalurkan bantuan finansial dan kebutuhan pokok langsung ke kediaman dua keluarga terdampak di Desa Sukawana dan Desa Subaya pada Selasa (21/10/2026).
Aksi kemanusiaan ini digalang melalui kepemimpinan Ketua Komunitas Semeton MSP, I Made Somya Putra, S.H., M.H., yang bersinergi langsung dengan Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Golkar sekaligus Ketua Pembina Yayasan GSL, Gde Sumarjaya Linggih, serta perwakilan sektor swasta.
Langkah jemput bola ke titik bencana diprioritaskan demi menjawab kendala geografis di kawasan perbukitan terjal Bangli. Medan yang berat kerap menjadi rintangan logistik, sehingga distribusi swadaya ini berperan memangkas jeda waktu birokrasi dalam menyalurkan tanggap darurat kepada masyarakat pedesaan.

Realisasi Bantuan di Dua Titik Penyaluran
Penyaluran gelombang kedua di Subak Gambih, Banjar Sukawana, Desa Sukawana, difokuskan pada pemulihan hunian keluarga I Nengah Sudarma yang ludes terbakar bersama sarana mata pencahariannya. Total santunan tunai yang diserahkan mencapai Rp5.600.000 dengan komposisi:
- Yayasan Gumi Suci Lestari Peduli asuhan Gde Sumarjaya Linggih: Rp5.000.000
- Donasi I Putu Anom Wiranata dari PYP Grup: Rp400.000
- Dukungan komunitas sosial Gary and Friends: Rp200.000

Sementara itu, titik kedua menyasar kediaman I Wayan Arnyana di Desa Subaya guna mengamankan kebutuhan pangan mendasar pascamusibah. Bantuan yang didistribusikan meliputi:
- Beras konsumsi kemasan seberat 10 kilogram
- Uang tunai operasional harian senilai Rp200.000
Sinergi Sosial Penopang Ketahanan Warga
Dampak kebakaran di wilayah agraris Kintamani tidak hanya merenggut tempat berteduh, tetapi juga melumpuhkan aktivitas perkebunan akibat kerusakan alat kerja serta fasilitas pendukung. Kerugian ganda tersebut menempatkan korban pada situasi rentan tanpa adanya penanganan tanggap darurat yang cepat.

I Made Somya Putra, S.H., M.H., menekankan bahwa aksi turun ke lapangan ini merupakan manifestasi persaudaraan untuk memastikan pemulihan fisik maupun moril korban tertangani tanpa terhambat urusan administratif. Hal senada turut disuarakan relawan lapangan I Putu Anom Wiranata terkait esensi kebersamaan lintas sektor dalam merehabilitasi trauma warga.
Pihak keluarga penerima santunan di Desa Subaya mengapresiasi kehadiran para relawan dan donatur yang telah menembus jalur terpencil untuk mengantarkan logistik secara langsung. Kepedulian nyata ini menjadi fondasi awal bagi keluarga korban dalam menata kembali kehidupan pascabencana. (editor: brv)






Tinggalkan Balasan