MANGUPURANEWS – DENPASAR, Ribuan wisatawan domestik dan mancanegara memadati sepanjang Jalan Raya Puputan, Denpasar, untuk menyaksikan Peed Aya atau pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 Tahun 2026, Sabtu (13/6/2026). Tingginya antusiasme masyarakat dan wisatawan menjadi bukti bahwa budaya Bali masih menjadi salah satu daya tarik utama yang mampu menarik kunjungan ke Pulau Dewata.
Sejak siang hari, kawasan di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali telah dipenuhi penonton yang ingin mendapatkan posisi terbaik untuk menyaksikan rangkaian pembukaan PKB. Ribuan pengunjung yang mulai berdatangan sejak pukul 14.00 Wita disambut prosesi menepak kulkul, yang kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan kolaboratif Komunitas Seni Usadhi Langu bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Bali.
Salah satu wisatawan mancanegara yang hadir, Judith (37), asal Austria, mengaku sengaja datang lebih awal dari tempatnya menginap di Mengwi, Kabupaten Badung. Selama 18 hari berlibur di Bali, ia merasa beruntung dapat menyaksikan secara langsung festival budaya yang selama ini hanya ia dengar dari cerita seorang sahabat asal Bali.
Menurut Judith, kekayaan tradisi yang masih terjaga menjadi nilai istimewa yang membedakan Bali dengan banyak destinasi wisata lainnya. Ia berharap festival budaya seperti PKB terus dilestarikan karena memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata Bali di mata dunia.
Keinginannya untuk berkunjung ke Bali, kata Judith, telah tumbuh sejak lama setelah mendengar berbagai cerita tentang budaya dan kehidupan masyarakat Bali dari teman sekolahnya. Ketika mengetahui PKB sedang berlangsung bertepatan dengan masa kunjungannya, ia tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut.
Meski harus berdiri di tengah cuaca panas dan keramaian, Judith mengaku terkesan dengan penampilan para seniman yang menampilkan beragam kostum tradisional, musik, serta atraksi budaya khas Bali. Baginya, pengalaman tersebut terasa sangat berbeda dari yang biasa ditemui di negaranya dan menjadi salah satu momen paling berkesan selama berlibur di Bali.
Antusiasme serupa juga ditunjukkan wisatawan domestik asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Destarita (32). Ia mengaku sengaja merencanakan liburan keluarga ke Bali bertepatan dengan masa libur sekolah agar anak-anaknya dapat menyaksikan langsung kemeriahan PKB 2026.
Pesta Kesenian Bali ke-48 Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Wayan Koster. Acara pembukaan turut dihadiri Ni Luh Puspa serta Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, menjelaskan bahwa pawai pembukaan PKB tahun ini diikuti 10 tim perwakilan kabupaten/kota se-Bali serta ISI Bali. Sebanyak 3.430 seniman terlibat dalam perhelatan tersebut.
PKB 2026 mengusung tema Atma Kerthi: Jiwa Siddha Parishudha, yang mengandung makna penyucian jiwa dan penguatan kesadaran diri sebagai fondasi membangun kehidupan yang harmonis. Melalui tema tersebut, penyelenggaraan PKB diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga ruang untuk memperkuat identitas budaya Bali serta menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda sebagai penerus warisan budaya daerah. (red/ich)

























































