MANGUPURANEWS – DENPASAR, Kawasan Jalan Gajah Mada di Kota Denpasar dikenal sebagai salah satu pusat heritage atau kota tua yang masih bertahan di Bali. Kawasan yang telah ditetapkan sebagai area heritage sejak 2008 ini menjadi simbol perjalanan sejarah Kota Denpasar sebagai pusat perdagangan dengan perpaduan budaya Tionghoa, Bali, dan Belanda yang masih terasa hingga kini.
Di tengah kawasan legendaris yang juga dikenal sebagai Kampung Pecinan tersebut, berdiri Arka Amerta Antique Shop & Coffee, sebuah ruang yang memadukan museum mini, toko benda antik, dan kedai kopi dalam satu konsep yang unik dan edukatif.
Berlokasi di Jalan Gajah Mada Nomor 127, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, tempat ini didirikan oleh pasangan suami istri Taufan Chandranegara dan Dewi. Kehadirannya bukan hanya sebagai tempat menikmati kopi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan nilai sejarah melalui koleksi benda-benda antik yang tersimpan di dalamnya.
Dewi mengatakan, Arka Amerta lahir dari kecintaan terhadap benda bersejarah sekaligus keinginan menghadirkan ruang edukasi yang dapat dinikmati berbagai kalangan.
“Kami bercita-cita suatu saat nanti untuk bisa memiliki sebuah museum,” ujar Dewi, Rabu (27/5/2026).
Arka Amerta Antique Shop & Coffee menghadirkan suasana yang menggabungkan estetika klasik dengan kenyamanan modern. Setiap sudut ruangan dirancang secara detail untuk menghadirkan nuansa autentik yang memperkuat pengalaman pengunjung saat menikmati koleksi antik maupun sajian kopi.
Ribuan koleksi yang dipajang dipilih secara selektif dan memiliki nilai seni, keunikan, serta cerita sejarah dari berbagai masa. Beragam benda antik tersebut tidak hanya menjadi pajangan visual, tetapi juga sarana untuk memahami perjalanan budaya dan perkembangan peradaban masa lalu.
Selain menawarkan pengalaman sejarah, tempat ini juga menjadi destinasi bagi penikmat kopi. Arka Amerta menyediakan berbagai pilihan kopi single origin dari berbagai daerah di Nusantara yang diracik dari biji kopi pilihan untuk menghadirkan cita rasa khas bagi para pengunjung.
Konsep yang menggabungkan toko antik, coffee shop, dan ruang edukasi ini menjadikan Arka Amerta sebagai tempat yang nyaman bagi pelajar, akademisi, keluarga, hingga masyarakat umum untuk belajar sejarah dalam suasana santai dan inspiratif.
Setiap koleksi antik yang dipamerkan juga dilengkapi narasi sejarah sehingga pengunjung dapat memahami konteks zamannya, nilai budaya yang terkandung, hingga perkembangan seni di masa lampau.
Taufan menegaskan pihaknya memiliki komitmen untuk menjaga warisan budaya sekaligus menjadikan tempat tersebut sebagai ruang pembelajaran yang relevan bagi generasi saat ini maupun mendatang.
“Kami berkomitmen untuk merawat warisan budaya sekaligus memfasilitasi proses pembelajaran yang relevan bagi generasi masa kini dan masa depan,” kata Taufan.
Hadirnya Arka Amerta Antique Shop & Coffee menambah warna baru di kawasan heritage Jalan Gajah Mada. Tempat ini menjadi ruang di mana sejarah dihidupkan kembali, budaya dilestarikan, dan pengetahuan dapat dinikmati bersama secangkir kopi. (red)























































