Jatiluwih Festival VII 2026 Masuk KEN, Hadirkan Run 5K di Tengah Sawah Terasering Bali

img 20260527 wa0212
Manager Manajemen Operasional DTW Jatiluwih, John Ketut Purna, saat konferensi pers terkait pelaksanaan Jatiluwih Festival VII 2026 di Denpasar, Rabu, 27 Mei 2026.
banner 468x60

MANGUPURANEWS – DENPASAR, Desa Wisata Jatiluwih kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan di Bali melalui penyelenggaraan Jatiluwih Festival VII yang akan digelar pada 20–21 Juni 2026. Tahun ini, festival tersebut mendapat pengakuan nasional setelah resmi masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Masuknya Jatiluwih Festival ke dalam KEN menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi pengelola dalam menjaga kelestarian budaya dan lingkungan berbasis sistem Subak yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Festival ini pun diharapkan semakin memperkuat citra Jatiluwih sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan keberlanjutan.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni dan tradisi Bali, Jatiluwih Festival VII juga mengusung konsep sport tourism melalui ajang Run 5K yang digelar bekerja sama dengan ASITA.

Ajang lari yang akan berlangsung pada Minggu, 21 Juni 2026 tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan 100 Tahun Pariwisata Bali. Sebanyak 2.000 pelari dari berbagai komunitas ditargetkan ambil bagian dalam event perdana ini.

Para peserta nantinya akan disuguhkan pengalaman berlari di tengah hamparan sawah terasering Jatiluwih dengan panorama alam pegunungan yang sejuk dan asri. Konsep tersebut diyakini mampu memperkuat daya tarik wisata olahraga yang kini semakin diminati wisatawan domestik maupun mancanegara.

Manager Manajemen Operasional DTW Jatiluwih, John Ketut Purna, mengatakan kolaborasi budaya dan olahraga menjadi langkah strategis dalam membangun pariwisata Bali yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Jatiluwih Festival VII bukan sekadar selebrasi budaya, tetapi juga simbol kebangkitan pariwisata Bali yang berkelanjutan. Masuknya festival ini ke dalam KEN Kemenpar serta kolaborasi bersama ASITA melalui Run 5K menjadi bukti bahwa alam, budaya, dan olahraga dapat berjalan beriringan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran ribuan peserta lari diperkirakan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal, mulai dari meningkatnya okupansi homestay, penjualan kuliner tradisional, hingga promosi produk pertanian unggulan khas Jatiluwih seperti beras merah dan kopi lokal.

Selain lomba lari, pengunjung juga akan disuguhkan beragam kegiatan budaya dan edukasi selama dua hari pelaksanaan festival. Kegiatan tersebut meliputi pertunjukan seni tradisional Bali, pameran UMKM lokal, sajian kuliner khas Tabanan, hingga edukasi mengenai sistem pertanian Subak.

Panitia pun telah membuka pendaftaran Run 5K secara daring bagi masyarakat umum, wisatawan domestik, maupun wisatawan mancanegara yang ingin menjadi bagian dari perhelatan budaya dan olahraga tersebut. (Ich)

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses