MANGUPURANEWS – BADUNG, Upaya pencarian intensif yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan di Pantai Pererenan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, akhirnya membuahkan hasil pada hari kedua operasi, Senin (13/7). Korban yang dilaporkan hilang terseret arus, Christian Jonathan Made Caesar Halawa (17), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah posisinya berhasil terdeteksi oleh teknologi kamera udara drone thermal.
Koordinator Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Made Widiantara, mengonfirmasi bahwa korban ditemukan dalam posisi terapung tidak jauh dari titik awal dilaporkan hilang. Petugas berhasil mengevakuasi tubuh korban pada pukul 13.45 Wita dengan jarak sekitar 300 meter dari lokasi kejadian musibah.
“Korban atau target itu berhasil kita dapat dengan jarak sekitar 300 meter dari LKM (Lokasi Kejadian Musibah), pukul 13.45 Wita,” ujar I Made Widiantara.
Operasi SAR hari kedua ini sejatinya sudah dimulai sejak pagi dengan membagi tim menjadi dua unit, yaitu unit laut yang menyisir perairan menggunakan rubber boat, serta unit darat yang menyisir sepanjang garis pantai ke arah timur dan barat. Namun, titik terang baru didapatkan pada siang hari setelah petugas memutuskan untuk memanfaatkan teknologi pemantauan udara.
Tepat pada pukul 13.15 Wita, petugas menerbangkan drone thermal ke arah barat daya dari lokasi kejadian. Hanya berselang lima belas menit kemudian, kamera sensor panas pada drone berhasil menangkap visual objek yang mengapung di tengah laut. Informasi koordinat tersebut langsung diteruskan secara cepat ke tim laut yang bersiaga di perahu karet untuk segera melakukan evakuasi. Isak tangis pihak keluarga pun pecah saat jenazah remaja asal Jalan Tibung Anyar, Banjar Kwanji, Dalung tersebut berhasil dibawa mendarat ke pesisir pantai.
Sebelumnya, musibah ini bermula ketika korban bersama dua orang rekannya berenang di Pantai Pererenan pada Sabtu (11/7) sekitar pukul 17.40 Wita. Naas, kondisi gelombang laut yang sedang tinggi dan arus yang kuat mendadak menyeret tubuh mereka. Dalam situasi tersebut, salah satu rekan korban berhasil menyelamatkan diri secara mandiri ke tepi pantai, sedangkan satu rekan lainnya sempat terombang-ambing namun berhasil diselamatkan oleh Tim Balawista Pantai Pererenan. Sayangnya, tubuh Christian langsung hilang tertelan ombak besar. Pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar baru menerima laporan resmi terkait insiden ini dari Polair Polsek Kuta Utara pada hari Minggu, dan langsung mengerahkan personel ke lokasi.
Setelah berhasil dibawa ke daratan pada Senin siang, jenazah korban langsung ditangani oleh petugas di lapangan. Pada pukul 15.35 Wita, korban dievakuasi dengan menggunakan ambulans BPBD Kabupaten Badung menuju ke Rumah Sakit Mangusada.
Keberhasilan operasi evakuasi ini merupakan hasil sinergi dari berbagai unsur yang terlibat, di antaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Ditsamapta Polda Bali, Satbrimob Polda Bali, Polairud Polres Badung, BPBD Kabupaten Badung, Balawista Munggu, ORARI Bali, serta bantuan dari pihak keluarga korban. Belajar dari kejadian memilukan ini, petugas kembali mengimbau dengan keras kepada warga lokal maupun wisatawan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan kondisi gelombang serta arus laut saat beraktivitas di pantai. (red-tim)

























































