MANGUPURANEWS – BULELENG, Perjuangan tim SAR gabungan dalam mencari korban banjir bandang di Desa Bakti Seraga, Kabupaten Buleleng, Bali, berakhir duka. Setelah beberapa jam melakukan penyisiran pasca-banjir yang menerjang pada Jumat (12/6/2026) siang, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada sore harinya.
Korban diketahui bernama Ricardo Razaq Alghivieri (20). Tubuhnya ditemukan mengenaskan, terjebak di bawah puing-puing bangunan yang roboh akibat terjangan banjir.
Awalnya, Tim Search and Rescue (SAR) gabungan membagi kekuatan menjadi beberapa Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir aliran sungai hingga ke area pinggir Pantai Pengambengan. Namun, titik terang justru muncul dari area permukiman warga yang terdampak parah.
Pada pukul 16.15 WITA, tim menerima laporan bahwa posisi korban telah teridentifikasi.
“Kita dapatkan informasi bahwa target ditemukan di bawah reruntuhan rumah, selanjutnya kami laksanakan evakuasi secara manual,” ujar Koordinator Pos SAR Buleleng, Kadek Donny Indrawan, saat ditemui di lokasi kejadian.
Proses evakuasi berjalan dramatis dan menegangkan. Tim SAR harus berkejaran dengan waktu sekaligus ekstra waspada karena kondisi sisa bangunan di sekitar lokasi masih sangat labil dan rawan roboh susulan. Setelah hampir satu jam berjuang, jasad pemuda berusia 20 tahun tersebut berhasil dikeluarkan pada pukul 17.12 WITA.
Jenazah korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans PMI Buleleng menuju RSUD Buleleng.
Bencana banjir ini sebelumnya dilaporkan menerjang Desa Bakti Seraga pada Jumat siang. Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan kedaruratan pada pukul 13.55 WITA dan langsung mengerahkan personel ke lokasi.
Meski sempat melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dengan hasil nihil, kejelian tim di lapangan akhirnya berhasil menemukan korban di zona reruntuhan.
Saat ini, situasi di lokasi banjir masih dalam penanganan dan pembersihan oleh petugas dibantu warga setempat. (red-tim)
























































