MANGUPURANEWS – DENPASAR, Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke-48 tidak hanya menjadi panggung megah bagi kelestarian seni dan budaya, tetapi juga surga bagi para pencinta kuliner. Tahun ini, para pengunjung akan dimanjakan dengan beragam sajian kuliner autentik hingga inovasi kreatif yang menggugah selera.
Namun, jangan salah. Semua hidangan yang tersaji di area PKB kali ini telah melalui proses kurasi yang sangat ketat dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali. Tidak sembarang pedagang bisa masuk; hanya mereka yang memiliki kualitas dan legalitas terbaik yang berhasil lolos ke dalam ajang tahunan bergengsi ini.
Peminat PKB tahun ini terbilang sangat tinggi. Tercatat ada 115 UMKM kuliner yang mengajukan diri untuk berpartisipasi. Guna menjaga kualitas, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali menerjunkan tim langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi ketat. Hasilnya, hanya 74 UMKM yang dinyatakan memenuhi kriteria.
Kabid Pemberdayaan UMKM Diskop UMKM Provinsi Bali, Dewa Agung Gede Purnama, menegaskan bahwa ketatnya proses seleksi ini bertujuan untuk menyaring pelaku usaha yang benar-benar berkomitmen dan mandiri.
“Seperti pengepul itu tidak memiliki izin tapi mengajukan diri. Karena itulah kita terjun ke lapangan (untuk mencari) yang benar-benar memiliki produk dan kontinu berproduksi, menggunakan bahan baku lokal, diolah di Bali, serta memiliki tempat usaha juga,” ujar Dewa Agung Gede Purnama, Sabtu (13/6/2026).
Untuk mengakomodasi puluhan UMKM yang lolos tanpa membuat area kuliner terlalu padat, panitia menerapkan sistem rolling atau bergantian selama satu bulan penuh gelaran PKB. Dua minggu pertama diisi oleh kelompok pertama sebanyak 37 UMKM kuliner, dan dua minggu selanjutnya slot akan digantikan oleh 37 UMKM kuliner sisanya yang berada di kelompok kedua.
Strategi ini diharapkan dapat memberikan variasi menu yang segar bagi pengunjung yang datang berkali-kali ke PKB, sekaligus memberikan kesempatan yang adil bagi para pelaku usaha.
Meskipun kurasinya ketat, jumlah UMKM kuliner yang terlibat tahun ini justru meningkat signifikan dibanding tahun lalu, yakni dari 52 UMKM kuliner naik me jadi 74 UMKM kuliner. Pemerintah Provinsi Bali optimis bahwa daya beli masyarakat terhadap produk kuliner lokal tetap tinggi di tengah dinamika perekonomian saat ini. Dengan bertambahnya jumlah peserta dan semakin bervariasinya menu autentik yang disajikan, omzet kuliner pada PKB Ke-48 ini diyakini mampu melampaui pencapaian tahun lalu yang menyentuh angka Rp5,08 miliar. (red-tim)

























































