Bupati Badung Hadiri Parade Ogoh-Ogoh Sulangai, Sekaa Teruna Dapat Bantuan Rp10 Juta dan Hadiah Sapi

img 20260314 wa0087
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama tokoh masyarakat, aparat TNI, serta generasi muda berfoto bersama usai pembukaan parade ogoh-ogoh di Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Jumat (13/3/2026). Kegiatan tersebut melibatkan sekaa teruna dari berbagai banjar adat sebagai bagian dari tradisi menyambut Hari Raya Nyepi.
banner 468x60

MANGUPURANEWS – BADUNG, Semangat pelestarian seni dan budaya Bali kembali terlihat dalam parade ogoh-ogoh yang digelar di Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Jumat (13/3/2026) malam. Kegiatan yang melibatkan sekaa teruna dari berbagai banjar adat tersebut mendapat apresiasi langsung dari Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa.

Dalam sambutannya, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa parade ogoh-ogoh yang digagas Pemerintah Desa Sulangai merupakan langkah positif dalam memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas seni sekaligus menjaga warisan budaya Bali.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Menurutnya, Bali dikenal sebagai daerah dengan pariwisata berbasis budaya. Karena itu, seni dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat harus terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi muda.

“Pariwisata kita berbasis budaya. Di dalam budaya itu ada seni. Karena itu pemerintah harus memberi ruang kepada anak-anak muda untuk menampilkan karya-karyanya,” ujar Adi Arnawa di hadapan masyarakat yang memadati lokasi parade.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Sulangai yang terus mendorong sekaa teruna agar aktif berkarya melalui kegiatan budaya. Dukungan terhadap kreativitas generasi muda dinilai sebagai investasi penting untuk menjaga keberlanjutan budaya Bali di masa depan.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Bupati Badung memberikan bantuan dana sebesar Rp10 juta kepada masing-masing sekaa teruna yang mengikuti parade ogoh-ogoh tersebut.

Adi Arnawa menjelaskan, pemerintah daerah memang berkomitmen memberikan perhatian terhadap kegiatan seni budaya yang digerakkan oleh generasi muda. Hal itu juga tercermin dalam ajang lomba ogoh-ogoh pada Badung Saka Fest yang menyediakan dana hibah bagi para peserta.

“Ini bukan untuk gaya-gayaan, tetapi sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap karya seni anak-anak muda Badung agar mereka semakin termotivasi untuk berkarya,” tegasnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Sulangai, I Nyoman Sunarta, menjelaskan bahwa parade ogoh-ogoh tersebut melibatkan sekaa teruna dari tiga desa adat yang tersebar di enam banjar adat di wilayah Desa Sulangai.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian tradisi masyarakat dalam menyambut Hari Raya Nyepi sekaligus menjadi wadah kreativitas generasi muda desa.

“Pada 13 Maret 2026 ini masyarakat Desa Sulangai, khususnya sekaa teruna dari tiga desa adat dan enam banjar adat, melaksanakan parade ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi,” jelasnya.

Sunarta menambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut didukung oleh anggaran desa melalui APBDes Tahun 2026 sebesar Rp300 juta. Anggaran itu digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta.

Menariknya, hadiah yang diberikan kepada masing-masing sekaa teruna bukan berupa uang, melainkan satu ekor sapi.

Menurut Sunarta, pemilihan hadiah tersebut memiliki makna tersendiri mengingat wilayah Petang dikenal sebagai daerah pertanian dengan mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani.

“Kami ingin generasi muda juga bangga menjadi petani. Karena itu hadiahnya kami berikan satu ekor sapi untuk setiap sekaa teruna,” ujarnya.

Selain hadiah utama tersebut, pemerintah desa juga memberikan dukungan berupa konsumsi, perlengkapan kegiatan, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya bagi para peserta parade.

Sunarta menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah memperkuat rasa persatuan di kalangan generasi muda sekaligus menjaga keberlanjutan seni, adat, dan budaya Bali.

“Yang paling penting adalah menumbuhkan rasa persatuan di antara generasi muda serta melestarikan seni, adat, dan budaya. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi,” katanya.

Ia berharap parade ogoh-ogoh ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan berkembang menjadi tradisi budaya yang semakin kuat di Desa Sulangai.

“Menjaga budaya itu tidak mudah. Karena itu kegiatan seperti ini harus terus berlangsung agar tradisi tetap hidup dari generasi ke generasi,” pungkasnya. (Tim)

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses