MANGUPURANEWS – DENPASAR, Perekonomian Provinsi Bali menunjukkan kinerja kuat sepanjang 2025. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali mencatat ekonomi Bali tumbuh 5,82 persen secara tahunan (year on year/yoy), menempatkan Bali sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kelima di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Bincang dengan Media yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali di Denpasar, Rabu (5/3/2026).
Dalam paparannya disebutkan, pada Triwulan IV 2025 ekonomi Bali tumbuh sebesar 5,86 persen (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,39 persen (yoy).
Bank Indonesia menilai pertumbuhan ekonomi Bali didorong oleh kinerja sektor pariwisata yang tetap tinggi, di tengah realisasi investasi yang terus meningkat serta membaiknya berbagai sektor usaha.
Beberapa lapangan usaha yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Bali antara lain akomodasi dan makan minum, pertanian, transportasi, konstruksi, serta perdagangan.
Peningkatan aktivitas pariwisata tercermin dari meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik, serta pertumbuhan mobilitas penumpang melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang tercatat meningkat sekitar 2,77 persen.
Selain sektor pariwisata, konsumsi rumah tangga menjadi kontributor terbesar dalam struktur ekonomi Bali dengan porsi sekitar 51,68 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Peningkatan konsumsi masyarakat didorong oleh aktivitas rekreasi, budaya, serta meningkatnya permintaan terhadap layanan penginapan dan kuliner.
Sementara itu, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh investasi yang memiliki pangsa sekitar 28,32 persen, serta peningkatan ekspor jasa yang berkaitan erat dengan sektor pariwisata.
Di sisi lain, Bank Indonesia juga terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran di Bali, salah satunya melalui perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Penggunaan QRIS di Bali tercatat terus meningkat seiring semakin banyaknya merchant yang memanfaatkan sistem pembayaran digital tersebut. Bank Indonesia optimistis target perluasan QRIS pada 2026 dapat tercapai melalui berbagai program penguatan digitalisasi sistem pembayaran.
Program tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan penyedia jasa pembayaran (PJP) guna memperluas akseptansi QRIS serta meningkatkan kualitas transaksi digital di masyarakat.
Bank Indonesia juga mencatat bahwa transaksi menggunakan QRIS cenderung meningkat setiap tahun, termasuk pada momentum tertentu seperti Ramadan dan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat.
Selain mendorong digitalisasi pembayaran, Bank Indonesia juga memperkuat berbagai program literasi keuangan digital melalui sejumlah kegiatan seperti Pasar Rakyat Go Digital, QRIS Jelajah Kuliner Indonesia, serta Pekan QRIS Nasional 2026.
Bank Indonesia memandang digitalisasi sistem pembayaran menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung efisiensi transaksi ekonomi, peningkatan inklusi keuangan, serta penguatan ekosistem ekonomi digital di Bali.
Dengan tren pemulihan sektor pariwisata yang terus berlanjut serta meningkatnya aktivitas investasi dan konsumsi masyarakat, Bank Indonesia optimistis perekonomian Bali akan tetap tumbuh positif pada tahun 2026. (Red)
























































