MANGUPURANEWS – BADUNG, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, khususnya Bupati Badung, Dinas PUPR, bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida diminta segera melakukan pengerukan sedimentasi di Tukad Mati sepanjang 5 kilometer, mulai dari Tatag Seminyak hingga Legian, Kuta. Pengerjaan ini diharapkan dapat dimulai besok, Senin (15/9/2025).
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung, I Wayan Puspa Negara, menegaskan pengerukan Tukad Mati merupakan langkah preventif untuk mencegah terjadinya banjir di kawasan Samigita.
Selain itu, ia juga mendorong agar pengerukan dilakukan secara berkala dari Trashrake Legian menuju Patasari Kuta, disertai perbaikan paravet di kiri-kanan Jembatan Belong dan Jembatan Naga.
“Segera perbaiki gorong-gorong, perbanyak sodetan di kawasan Jalan Dewi Sri 1–12, Jalan Pararaton, Jalan Kausalya, serta lakukan peninggian badan Jalan Dewi Sri 4. Termasuk juga penataan di Jalan Pandawa, Jalan Campuhan 1–2, Sri Rejeki, Jalan Kresna, Jalan Sri Rama, hingga Jalan Marga Kirana 1–2,” ujar Puspa Negara, Minggu (14/9/2025).
Ia mengingatkan, menjelang musim hujan Pemkab seharusnya sudah memaksimalkan persiapan melalui Anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) APBD Badung Tahun 2025 senilai Rp80 miliar. Anggaran tersebut, kata dia, bisa segera digunakan untuk pengadaan 12 unit perahu karet yang ditempatkan di Kelurahan Kuta, Legian, dan Seminyak.
Selain itu, dibutuhkan 15 unit pompa portable pengendali banjir untuk kawasan Samigita. Saat ini, Legian hanya memiliki enam unit yang dinilai tidak cukup untuk menanggulangi genangan banjir.
“Pemasangan sistem alarm atau teknologi peringatan dini banjir juga mendesak, disertai pembentukan Tim Reaksi Cepat penanggulangan banjir Samigita dengan meng-upgrade Kampung Siaga Bencana yang sudah ada,” pungkasnya.(Red/Tim)
























































