MANGGARAI BARAT | mangupuranews – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mendarat di Labuan Bajo untuk meninjau penanganan dampak gempa bumi NTT sekaligus menyalurkan bantuan Kemhan gempa NTT sebanyak 20 ton menggunakan pesawat Airbus A400M pada Senin (17/8/2026).

Krisis Listrik dan Komunikasi di Titik Bencana NTT

​Dampak gempa bumi yang merusak sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur tidak hanya melumpuhkan rumah warga, tetapi juga mengancam pemenuhan kebutuhan dasar dan akses komunikasi darurat.

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto setibanya di Bandara Komodo, Labuan Bajo, dalam rangka meninjau penanganan bencana gempa bumi NTT, Senin (17/8/2026)

Untuk mengatasi kelumpuhan infrastruktur lokal, bantuan udara seberat 20 ton diterbangkan langsung dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju Bandara Internasional Komodo. Paket bantuan ini difokuskan pada pemulihan kondisi mendesak pengungsi:

  • Logistik Utama: Makanan siap saji, tenda pengungsian, dan selimut.
  • Kebutuhan Sanitasi: Popok bayi dan pembalut wanita.
  • Infrastruktur Darurat: Panel surya pasokan listrik, perangkat penjernih air bersih, serta internet satelit.

​Penyediaan internet satelit dan panel surya menjadi poin krusial agar koordinasi pencarian serta evakuasi korban di area terisolasi tidak terputus.

Kodam IX/Udayana Gerak Cepat Tangani Pengungsi

​Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto mendampingi langsung peninjauan lapangan guna memastikan alur distribusi logistik tidak tertahan di titik bongkar muat.​

Prajurit TNI memindahkan paket bantuan kemanusiaan dari kargo pesawat Airbus A400M di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, untuk segera didistribusikan ke lokasi pengungsian korban gempa NTT.

Sejak hari pertama bencana, pemetaan wilayah terdampak dan penanganan medis telah berjalan melalui koordinasi Kodim setempat.

​”Sejak hari pertama kejadian, jajaran TNI dari Kodam IX/Udayana sudah berada di lokasi untuk mengidentifikasi daerah yang terdampak dan menghimpun data. Bantuan sembako, pos pengungsian, hingga dapur lapangan langsung kami bangun,” tegas Aster Kasdam IX/Udayana, Kolonel Inf Yudi Riyanto Ratu.

 

Prioritas Evakuasi Medis dan Keselamatan Korban

​Selain pengiriman logistik pokok, keselamatan jiwa warga yang tertimpa reruntuhan menjadi fokus penanganan utama di lapangan.

​”Untuk masyarakat yang mengalami luka-luka, langsung kami evakuasi ke rumah sakit-rumah sakit terdekat agar mendapatkan penanganan medis secara cepat,” tambah Kolonel Inf Yudi.

Aster Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf Yudi Riyanto Ratu bersama Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution memberikan keterangan resmi kepada awak media terkait kesiapsiagaan dan langkah tanggap darurat TNI di lokasi bencana.

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan seluruh sumber daya militer di wilayah NTT dikerahkan penuh bersama pemerintah daerah.

​”Kodam IX/Udayana sejak awal kejadian telah mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk membantu masyarakat terdampak. Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat, percepatan evakuasi bagi korban yang membutuhkan pertolongan medis, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, serta memastikan bantuan dapat didistribusikan secara cepat dan tepat sasaran,” ujar Kolonel Inf Amrizal Nasution.

​Fokus utama prajurit di lapangan mencakup percepatan evakuasi, perlindungan warga rentan, dan kepastian bantuan tiba di tangan pengungsi yang paling membutuhkan tanpa birokrasi yang rumit. (editor: brv)