Mangupuranews – JAKARTA, Di tengah ketatnya pasar kuliner Pecenongan, F&B Manager Luminor Hotel Pecenongan, Aldino Fachmi, menerapkan strategi sarapan prasmanan lintas benua guna memikat ratusan tamu harian.
Langkah adaptif ini dirancang guna menghadapi ekosistem kawasan Pecenongan yang tersohor dengan dominasi jajanan jalanan malam hari. Restoran hotel menghadirkan diferensiasi menu pagi hari yang variatif dan terjangkau.

Adaptasi Menu Internasional dan Cita Rasa Lokal
Konsep sarapan di Luminor mengolaborasikan ragam hidangan dari berbagai negara untuk memenuhi profil tamu yang beragam.
”Konsep utama di Hotel Luminor Pecenongan yaitu international buffet, di mana ada menu Nusantara, Japanese, India, dan Chinese. Karena mayoritas tamu kami di sekitaran Chinese, ada beberapa pilihan makanan yang memang kami peruntukkan ke sana,” ujar Aldino saat ditemui di restoran hotel.

Karakteristik penyajian makanan Luminor Pecenongan bertumpu pada beberapa pilar:
- Rotasi Menu Berkala: Menyajikan 25 hingga 35 variasi hidangan per hari untuk menjaga pengalaman tamu tetap dinamis.
- Menu Ikonik Khas: Mengangkat pempek Palembang sebagai sajian andalan yang konsisten diminati pengunjung.
- Jadwal Operasional Panjang: Melayani sarapan mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB pada hari kerja, serta diperpanjang hingga pukul 10.30 WIB saat akhir pekan.

Tantangan Menghadapi Dominasi Kuliner Jalanan Pecenongan
Kawasan Pecenongan sejak lama dikenal sebagai sentra wisata kuliner malam legendaris di Jakarta Pusat. Kondisi ini menuntut industri perhotelan di sekitarnya memutar otak agar fasilitas F&B miliknya tidak kalah pamor.
Aldino mengakui bahwa persaingan dengan gerai kuliner lokal jalanan memerlukan taktik promosi yang cerdas serta penetapan harga yang kompetitif.
”Kompetitor di kawasan ini sangat kuat, terutama street food. Strategi kami adalah harus pintar-pintar memilih promosi dan menawarkan harga yang tetap terjangkau untuk wilayah sekitar sini,” imbuh Aldino.
Tingkat keterisian tamu di Luminor Hotel Pecenongan cukup tinggi, tercatat kunjungan ke Restoran mencapai kisaran 250 hingga 350 pax per hari pada masa musim ramai (high season), melampaui batas kapasitas ruang duduk restoran yang berkapasitas 240 kursi. Aliran sirkulasi tamu yang tertata menjadi kunci utama pihak hotel dalam menjaga perputaran layanan sarapan tetap optimal. (brv)






Tinggalkan Balasan