TABANNAN | mangupuanews – Sebanyak 399 peserta didik Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) Batch I Angkatan Soedirman melangsungkan Widya Bhakti di Taman Makam Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali, Kamis (30/7/2026).
Acara khidmat ini dipimpin langsung oleh Katim Pengendali P3MD, Marsdya TNI (Purn.) Kusworo, serta dihadiri oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, Komandan Batch I P3M Angkatan Soedirman, Marsma TNI Dr. Anton Pallaguna., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali.
Langkah para calon pimpinan korporasi plat merah ini bukan sekadar ziarah biasa. Di tengah disrupsi global dan sorotan publik terhadap tata kelola BUMN, mereka diajak menyelami kembali nilai Puputan—sebuah komitmen perjuangan tanpa kompromi.

Analisis Masalah: Ketika ‘Intelijen Bisnis’ Kehilangan Hati Nurani
BUMN hari ini mengelola ribuan triliun aset negara dan kepercayaan publik. Namun, tantangan terbesar BUMN kerap kali bukan terletak pada ketiadaan modal atau teknologi, melainkan krisis integritas dan kompromi terhadap korupsi.
Kecerdasan intelektual (best mind) tanpa disokong integritas yang kokoh (best heart) telah terbukti memicu berbagai skandal korporasi. Keputusan bisnis yang hanya berorientasi profit jangka pendek kerap mengorbankan kepentingan rakyat banyak serta keberlanjutan perusahaan.
Oleh karena itu, penanaman spirit Puputan Margarana dipandang sangat krusial. Nilai ini hadir untuk memastikan calon direksi BUMN tidak rapuh menghadapi tekanan politik, godaan konflik kepentingan, maupun krisis reputasi.

Pertemuan Best Mind dan Best Heart dalam Kepemimpinan Modern
Sosok Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai memberikan keteladanan nyata tentang keseimbangan strategi dan keteguhan moral. Beliau memadukan taktik gerilya yang cerdas (best mind) dengan kesetiaan tanpa batas pada tanah air (best heart).
Bagi calon direksi BUMN, perpaduan dua elemen ini diwujudkan melalui:
- Best Mind: Ketajaman analisis data, mitigasi risiko, kecerdasan membaca disrupsi digital, dan eksekusi program berstandar global.
- Best Heart: Keberanian menolak gratifikasi, empati terhadap kesejahteraan masyarakat, kepatuhan etika, serta kejujuran dalam melayani.

“Widya Bhakti ini kami tempatkan sebagai ruang menguji kompas moral calon pemimpin BUMN. Di sini serdik belajar bahwa jabatan bukanlah tempat mencari kenyamanan pribadi, melainkan amanah untuk berdiri paling depan saat negara membutuhkan keputusan berani,” pangkas Marsma TNI Dr. Anton Pallaguna, selaku Komandan Batch I P3MD Angkatan Soedirman.
9 Pilar Penting Puputan Margarana untuk Calon Bos BUMN
Dari peristiwa bersejarah 20 November 1946 tersebut, dirumuskan sembilan komitmen pilar bagi para serdik:
- Integritas Tanpa Kompromi: Konsistensi ucapan dan tindakan serta berani menolak korupsi.
- Hadir di Garis Depan: Memimpin dengan teladan nyata, bukan bersembunyi di balik meja.
- Komunikasi Visi & Adaptif: Lincah merespons perubahan tanpa kehilangan prinsip dasar.
- Ketangguhan Mental: Tetap tenang dan jernih di tengah tekanan krisis atau disrupsi pasar.
- Keputusan Berbasis Data: Tajam menganalisis masalah, bukan mengandalkan ilusi jangka pendek.
- Eksekusi & Akuntabilitas: Rencana strategis harus terealisasi secara terukur dan transparan.
- Etika Tata Kelola (GCG): Menjadikan aturan tata kelola sebagai benteng kehormatan.
- Keberpihakan Publik: BUMN wajib mencetak profit yang berdampak nyata bagi rakyat.
- Kepemimpinan Kolaboratif: Meruntuhkan ego sektoral demi kepentingan nasional.
Menjawab Medan Perang Baru BUMN
Tantangan generasi pemimpin BUMN mendatang tidak lagi berupa perang fisik atau letusan senjata. Medan pertempuran mereka kini berpindah ke perang ekonomi, ketahanan energi, disrupsi AI, dan persaingan global.
Namun, ruh dari Puputan Margarana tetap relevan: keberanian mengambil keputusan benar, kecepatan menghadirkan solusi, dan kehormatan menjaga amanah negara. Melalui pautan nilai sejarah ini, 399 calon bos BUMN diharapkan membawa pulang kompas moral yang tak pernah padam. (brv)






Tinggalkan Balasan