Mangupuranews – MANGUPURA, Menjawab keraguan dewan, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa optimistis target Raperda Perubahan APBD 2026 tercapai seiring lonjakan realisasi pajak daerah Badung 2026 yang menembus rata-rata di atas Rp700 miliar setiap bulan.
Pernyataan lugas tersebut disampaikan Adi Arnawa usai Rapat Paripurna Jawaban Pemerintah terhadap Pandangan Umum Fraksi di Ruang Sidang Utama Gosana, Sekretariat DPRD Badung, Kamis (17/09/2026).
Sidang masa persidangan pertama tahun sidang 2026–2027 ini menyoroti sejumlah agenda krusial, mulai dari stabilitas pendapatan daerah hingga penataan estetika dan keselamatan pariwisata.
Realisasi Pajak Melonjak Tajam Menembus Rp800 Miliar
Kekhawatiran legislatif mengenai target pendapatan yang dipatok terlalu ambisius ditepis bupati menggunakan kalkulasi data riil. Laju investasi dan angka kunjungan pelancong ke Badung dinilai terus mencatatkan tren positif.
Menurut bupati, penerimaan kas daerah menunjukkan grafik ekspansif sejak awal tahun anggaran.
”Saran dewan agar kita harus hati-hati tentu kami terima. Namun secara overall, rata-rata penerimaan pajak daerah kita pada tahun 2026 ini ternyata sudah berada di angka Rp700 miliar lebih per bulan,” ujar Adi Arnawa seusai acara.
Tren peningkatan penerimaan kas daerah tersebut tercermin dari pergerakan data berkala:
- Awal Tahun 2026: Rata-rata pemasukan kas daerah bertengger pada kisaran Rp600 miliar per bulan.
- Semester II (Juli–Agustus 2026): Arus penerimaan melonjak signifikan hingga menyentuh angka Rp800 miliar lebih per bulan.
- Faktor Pendorong: Lonjakan arus investasi baru serta kepadatan volume wisatawan mancanegara dan domestik.
”Ini satu prestasi membanggakan. Melihat masifnya orang berinvestasi dan tamu yang datang, kami optimistis target APBD Perubahan akan tercapai sesuai rencana,” tegasnya.
Kabel Udara Semrawut Kuta Segera Masuk Tanah
Pemerintah Kabupaten Badung juga merespons desakan dewan terkait penurunan kualitas visual di destinasi wisata utama. Ruas jalan kawasan Kuta dan sekitarnya kini masuk daftar prioritas penataan ulang.
Bupati telah menginstruksikan Sekda bersama Kepala Dinas PUPR untuk segera mengeksekusi proyek penurunan kabel udara ke bawah tanah.
”Saya perintahkan kemarin Sekda dan termasuk Kadis PUPR untuk mencoba membuat semacam satu kawasan percontohan yang seluruh kabel-kabelnya diturunkan. Biar jelas kelihatan hasilnya dan tidak jomplang,” jelas Adi Arnawa.
Proyek percontohan ini ditargetkan mampu mengembalikan daya tarik kawasan Kuta yang selama ini terganggu oleh kesemrawutan bentangan kabel utilitas.
Mitigasi Risiko Kebakaran Material Atap Ilalang
Selain estetika ruang publik, pemerintah daerah menaruh atensi serius terhadap risiko keselamatan properti wisata. Material atap ilalang pada resor dan vila tradisional memang memiliki nilai eksotis tinggi, tetapi menyimpan kerentanan besar terhadap bencana kebakaran.
Pemerintah daerah menyadari regulasi proteksi kebakaran pada material alam selama ini belum memiliki standar baku yang seragam.
”Kita akan mengkaji kondisi tersebut apakah memungkinkan atau bagaimana. Kajian ini difokuskan lebih kepada penyusunan SOP-nya,” kata Bupati.
Sembari menunggu kajian teknis dan standar operasional prosedur rampung, para pelaku usaha perhotelan diimbau memperketat protokol mitigasi kebakaran serta mengedukasi wisatawan secara aktif. (brv)






Tinggalkan Balasan