Mangupuranews – BADUNG, Ajang Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2026 resmi digelar di The Westin Resort Nusa Dua, Badung, Kamis (10/9/2026). Forum ini menjadi panggung komitmen Bali dalam menyelaraskan percepatan industri dengan batas daya dukung ekosistem pulau dewata.
Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pariwisata tidak boleh mengorbankan kualitas ruang hidup masyarakat. Haluan pembangunan Bali 100 tahun kini bertumpu penuh pada prinsip kelestarian ekologis.
”Tidak boleh hidup sendiri, lalu mematikan yang lain. Hidup yang menghidupi, urip yang menguripi. Hidup harus harmonis dengan alam. Ppp terjaga dengan baik untuk masa depan generasi penerus,” ujar Wayan Koster.

Titik Balik Krisis Sampah dan Tekanan TPA Suwung
Tantangan terbesar kawasan pariwisata Bali selatan berpusat pada timbulan sampah perkotaan yang bertahun-tahun membebani Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung. Kebijakan pemilahan dari sumber kini mulai menunjukkan perbaikan terukur di tingkat hilir.
Gubernur Koster memaparkan sejumlah capaian struktural penanganan sampah:
- Tingkat pemilahan sampah di Denpasar dan Badung mencapai rentang 80 hingga 90 persen.
- Penurunan volume timbulan sampah harian yang dibuang langsung ke TPA Suwung.
- Pengetatan kepatuhan rantai pasok industri makanan terhadap sampah kemasan plastik sekali pakai.
Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menyoroti pentingnya kepatuhan industri manufaktur dalam memperluas skema tanggung jawab produsen (extended producer responsibility). Langkah ini krusial mengingat kemasan produk konsumsi masih menjadi penyumbang signifikan timbulan sampah regional.

Upaya penanganan sampah perkotaan tidak lagi bisa dibebankan semata-mata kepada pemerintah daerah maupun pengelola tempat pemrosesan akhir (TPA). Menurutnya, industri manufaktur pemegang merek barang konsumsi cepat habis (fast-moving consumer goods/FMCG) memiliki kewajiban hulu untuk mereduksi jejak residu dari produk yang dipasarkannya.
”Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas lingkungan, termasuk memperkuat tanggung jawab pelaku usaha terhadap sampah yang dihasilkan. Salah satu perhatian utama diarahkan pada produk makanan berkemasan plastik yang berkontribusi cukup besar terhadap timbulan sampah,” tegas Mohammad Jumhur Hidayat di sela penganugerahan ENSIA 2026.
Akselerasi Mandiri Energi Lewat PLTS 1.000 MW
Selain krisis limbah padat, Bali menghadapi tantangan dekarbonisasi sistem kelistrikan demi mempertahankan status destinasi wisata kelas dunia. Pemerintah Provinsi Bali mendorong integrasi energi terbarukan terdesentralisasi melalui payung regulasi daerah sejak 2019.
Pemerintah pusat menetapkan alokasi kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 1.000 MW untuk Bali. Target ini merupakan bagian dari program strategis nasional PLTS terpasang berkapasitas 100 gigawatt-peak (GWp).

Penyediaan pasokan energi hijau tersebut disiapkan guna menopang infrastruktur mobilitas ramah lingkungan sekaligus memutus ketergantungan Bali pada pasokan listrik fosil lintas pulau.
Korporasi Penggerak Inovasi Lingkungan
Inisiatif transformasi lingkungan juga didorong melalui kompetisi inovasi industri. Direktur Utama PT SUCOFINDO Sandry Pasambuna melaporkan antusiasme dunia usaha pada ENSIA 2026 meningkat tajam dengan masuknya 954 makalah inovasi dari 253 perusahaan nasional.
Deretan entitas industri peraih predikat terbaik pada ENSIA 2026:
- Best of the Best Participant: PT Smelting
- PT PLN Nusantara Power UP Rembang
- PT TIMAH Tbk Divisi Pengolahan dan Peleburan Kundur
- PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu
- PT ANTAM Tbk Unit Bisnis Pertambangan Emas Pongkor
Selain entitas korporasi, panitia menyeleksi 48 local hero yang menggerakkan inovasi sosial di tingkat akar rumput. Penghargaan ini menjadi indikator bahwa tanggung jawab restorasi ekologi kini bergeser dari sekadar kepatuhan administratif menjadi instrumen ketahanan bisnis. (editor: brv)






Tinggalkan Balasan