MANGUPURANEWS – ​DENPASAR, Suasana Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, tampak semarak dan khidmat pada Sabtu pagi. Ribuan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) dan Pecalang dari seluruh pelosok Bali berkumpul dalam rangka pengukuhan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) serta Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) dan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa (Abpednas) se-Provinsi Bali. Acara megah ini turut dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali, jajaran pemerintah daerah, serta para tokoh masyarakat.

​Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Jaksa Agung RI ST Burhanuddin, yang hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Pembina Umum Aslinmas, menyampaikan amanat penting mengenai peran strategis Linmas dan BPD dalam menjaga stabilitas serta mendukung pembangunan dari tingkat desa. Dalam amanatnya, Jaksa Agung menegaskan bahwa kegiatan pengukuhan ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan sebuah amanah dan tanggung jawab pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Satlinmas sebagai satuan perlindungan masyarakat memiliki tugas yang mulia menjaga ketertiban dan keamanan di tingkat masyarakat desa, sehingga tercipta lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan ekonomi, sosial, dan budaya,” ujar ST Burhanuddin dalam amanatnya.

​Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya peran Linmas sebagai mitra strategis Kejaksaan dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat desa, yang sejalan dengan program Jaksa Masuk Desa dan Jaksa Garda Desa. Menurutnya, pembangunan desa dan menata kota adalah dua sisi dari satu mata uang yang sama yang menjadi fondasi utama pembangunan berkelanjutan demi mewujudkan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan Asta Cita keenam Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, yaitu membangun desa dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

​Sementara itu, Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intel) Reda Mantovani, yang hadir sebagai Ketua Dewan Pengawas Aslinmas, memberikan keterangan pers seusai acara pengukuhan. Reda menjelaskan pentingnya pembentukan asosiasi ini sebagai wadah untuk menyatukan langkah dan kebijakan bagi seluruh anggota Linmas serta BPD di daerah.

“Hari ini alhamdulillah pengukuhan pengurus Provinsi Bali, yaitu pengurus provinsi Aslinmas dan Abpetnas. Ini merupakan komponen-komponen warga yang ada di desa-desa untuk bisa menjaga, pertama keamanan, dan juga tata kelola keuangan desa. Mereka dipersatukan untuk bisa menjaga kehidupan di desa supaya menjadi lebih tertata dan lebih baik lagi,” ungkap Reda Mantovani.

​Ketika ditanya mengenai alasan dibentuknya asosiasi, Reda menekankan perlunya kesetaraan dan kesolidan platform di seluruh daerah agar program pusat dapat menyasar desa dengan optimal.

“Asosiasinya agar bisa menjadi lebih solid, menjadi langkah bersama, jadi satu kesatuan dari satu provinsi ke provinsi lain menjadi platform yang sama, supaya kebijakannya sama. Sehingga program-program pemerintah yang ada di pusat bisa kita tarik ke desa-desa,” tambahnya.

​Reda juga menyinggung sejumlah program konkret yang disinergikan melalui asosiasi ini, seperti budidaya ikan tematik bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), bantuan CSR berupa peternakan ayam bertelur, hingga fasilitas beasiswa dari Kemendikdasmen dan Kemendikti yang menyasar langsung masyarakat desa. Melalui pengukuhan ini, diharapkan sinergi antara Satlinmas, Abpednas, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum dapat mewujudkan kehidupan masyarakat desa di Bali yang aman, tertib, mandiri, dan berkeadilan. (red-tim)