Data Resmi Ungkap Bali Tak Pernah Sepi, Koster: Jangan Sebar Hoaks

img 20251224 wa0185
banner 468x60

MANGUPURANEWS – DENPASAR, Isu Bali sepi wisatawan kembali ramai beredar di media sosial dan membentuk persepsi keliru seolah pariwisata Pulau Dewata tengah melemah. Namun, data resmi justru menunjukkan kondisi sebaliknya. Aktivitas pariwisata Bali tetap bergerak dinamis dan bahkan melampaui capaian sebelum pandemi.

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa narasi Bali sepi tidak memiliki dasar faktual. Ia menyebut isu tersebut muncul akibat penyampaian informasi yang tidak berbasis data resmi.

Bacaan Lainnya
banner 300250

“Data yang kami miliki jelas dan terbuka. Bali tidak sepi. Jumlah wisatawan terus meningkat. Jadi jika ada yang menyebut Bali sepi, itu tidak sesuai dengan fakta di lapangan,” ujar Koster, Rabu (24/12/2025).

Sepanjang Desember 2025, arus kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali menunjukkan tren positif. Sejak 19 Desember, jumlah kedatangan wisatawan asing tercatat stabil di kisaran 22 ribu hingga lebih dari 23 ribu orang per hari, seiring mendekati puncak libur Natal dan Tahun Baru.

Secara kumulatif, dari Januari hingga 22 Desember 2025, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali telah menembus angka lebih dari 6,8 juta orang. Hingga akhir tahun, jumlah tersebut diproyeksikan mencapai sekitar 7 juta kunjungan, yang menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Bali.

Sebagai perbandingan, pada 2019 sebelum pandemi Covid-19, Bali menerima 6,27 juta wisatawan asing. Pada 2024, angkanya tercatat sekitar 6,30 juta orang. Data ini menunjukkan bahwa pariwisata Bali tidak hanya pulih, tetapi juga tumbuh melampaui rekor sebelumnya.

Adapun penurunan terjadi pada segmen wisatawan domestik. Hingga 22 Desember 2025, jumlah wisatawan nusantara tercatat 9,1 juta orang, lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 10,1 juta orang.

Koster menjelaskan, kondisi ekonomi nasional serta perubahan pola liburan masyarakat menjadi faktor yang memengaruhi penurunan tersebut. Meski demikian, total kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, tetap terjaga di angka 15,9 juta orang.

Terkait isu cuaca dan keamanan, Koster memastikan kondisi Bali tetap aman. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di Bali masih berada pada kategori ringan hingga sedang, tanpa potensi bencana besar.

“Tidak ada indikasi banjir besar. Bibit siklon yang sempat muncul juga sudah dinyatakan hilang,” jelasnya.

Dari sisi pelayanan, Pemerintah Provinsi Bali bersama aparat keamanan dan instansi terkait melakukan pemantauan langsung ke sejumlah titik vital, termasuk Bandara I Gusti Ngurah Rai. Evaluasi dilakukan untuk memastikan kelancaran layanan imigrasi, bagasi, serta transportasi selama periode libur akhir tahun.

Pada kesempatan tersebut, Koster kembali mengingatkan wisatawan asing agar mematuhi Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 7 Tahun 2025 tentang tata krama dan kewajiban selama berada di Bali. Aturan tersebut mencakup penghormatan terhadap adat dan budaya lokal, berpakaian sopan, serta larangan bekerja tanpa izin dan melanggar hukum.

“Kami ingin Bali tetap nyaman bagi wisatawan, tetapi juga bermartabat bagi masyarakatnya,” tegas Koster.

Di tengah derasnya arus informasi digital, Koster menekankan pentingnya kejujuran dalam menyampaikan informasi terkait pariwisata Bali. Menurutnya, hoaks yang dibiarkan beredar berpotensi merusak kepercayaan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

“Bali tidak butuh sensasi. Bali butuh kejujuran,” tutupnya. (red)

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses