Mangupuranews – Badung, DPC Partai Demokrat Kabupaten Badung menggelar serangkaian kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Demokrat ke-25 dengan fokus menguatkan kebersamaan masyarakat di lapangan umum Abian Base, Badung, pada Minggu (23/8/2026).
Uji Kekompakan Lewat Tradisi dan Olahraga
Peringatan pesta perak ini diisi dengan agenda jalan sehat sepanjang lima kilometer yang diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan. Ketua DPC Partai Demokrat Badung, I Made Sunarta, menjelaskan bahwa kegiatan olahraga ini dirancang khusus untuk membangun kebugaran dan kebersamaan.

Selain jalan sehat, kader dan warga sekitar berpartisipasi dalam aneka perlombaan tradisional seperti tarik tambang, lari karung, menangkap belut, hingga lomba menjepit terong.
- Jalan Sehat: Diikuti sekitar 800 peserta dengan jarak tempuh 5 km dalam waktu 1 jam.
- Lomba Pria: Tarik tambang dan lari karung yang menguji kekuatan fisik.
- Lomba Wanita: Menangkap belut, memasukkan paku ke botol, dan jepit terong yang melatih keberanian serta kekompakan kelompok.
”Rangkaian acara ini adalah bentuk komitmen kami bahwa Demokrat selalu ada bersama rakyat. Tanpa rakyat, Demokrat tidak ada apa-apanya,” ujar I Made Sunarta di sela-sela kegiatan.

Menyongsong Agenda Nasional dan Pemilih Muda
Kegiatan semacam ini diselenggarakan secara serentak di seluruh DPC se-Bali sebagai bagian dari pemanasan menuju puncak peringatan HUT nasional Partai Demokrat yang dijadwalkan berlangsung pada 9 September 2026 di Jakarta.
Menanggapi pendekatan partai terhadap pemilih pemula dan generasi muda (Gen Z), Sunarta optimistis figur kepemimpinan nasional dapat memberikan daya tarik tersendiri.
”Ketua Umum kami, Bapak Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mewakili jiwa muda dan Gen Z. Kehadiran beliau dalam jajaran pemerintahan menjadi bukti nyata bahwa partai kami sangat sensitif dan akomodatif terhadap aspirasi anak muda,” tambahnya.

Rebranding Politik Berbasis Ekosistem Komunitas
Langkah DPC Demokrat Badung yang mengombinasikan kegiatan lingkungan (penanaman pohon), olahraga massal, dan lomba rakyat mencerminkan pergeseran strategi politik elektoral. Di tengah dominasi pemilih muda, pendekatan kultural dan partisipatif terbukti lebih efektif dibanding sekadar konsolidasi internal secara formal.
Penunjukan AHY sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan turut dijadikan modal sosial politik oleh pengurus daerah untuk memperkuat narasi kerja nyata di tingkat tapak. (brv)






Tinggalkan Balasan