MANGUPURANEWS – DENPASAR, Voluntrip Kitabisa Denpasar mengajak warga dan para pencinta hewan untuk menghabiskan waktu bersama anabul sekaligus mendapatkan edukasi mengenai kesehatan, perawatan anjing, serta pencegahan rabies.

Kegiatan bertajuk “Denpasar Edition: Peduli Anabul – Walk, Learn and Fun Game With Dogs” tersebut digelar pada Minggu (23/8/2026). Para volunteer bersama anjing kesayangan mengikuti kegiatan jalan pagi yang dipadukan dengan sesi edukasi dan permainan.

Kegiatan berlangsung di Gatsu Veterinary Surgery, Denpasar, dengan dukungan Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia. Sejumlah narasumber turut memberikan edukasi, di antaranya drh I Bagus Made Bhaskara, drh Shanty Meidiana, dan drh Maharani Widya Wardana.

Kehadiran para volunteer yang berjalan bersama anabul di sepanjang jalan juga menarik perhatian warga sekitar. Sejumlah warga bahkan terlihat antusias dan bertanya apakah mereka dapat ikut bergabung, mengingat banyak masyarakat di kawasan tersebut juga memelihara hewan kesayangan, khususnya anjing ras Bali.

Antusiasme juga terlihat dari pecalang yang turut menjaga jalannya kegiatan. Mereka ikut menyimak edukasi yang diberikan sebagai pengetahuan tambahan mengenai cara memperlakukan, merawat, memberikan vitamin, hingga melakukan penanganan terhadap hewan kesayangan.

Drh I Bagus Made Bhaskara menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, meskipun dilakukan dalam lingkup komunitas, kegiatan semacam ini tetap memiliki nilai edukasi yang penting bagi masyarakat.

“Kita support tempat dan edukasinya. Bertepatan dengan World Rabies Day atau Hari Rabies Sedunia di bulan depan, 28 September 2026. Semoga dari komunitas kecil ini bisa memberi manfaat bagi khalayak banyak,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Bali hingga saat ini belum sepenuhnya terbebas dari rabies. Karena itu, edukasi kepada masyarakat dinilai penting agar para pemilik hewan memahami bahaya sekaligus langkah-langkah pencegahannya.

Menurutnya, pengetahuan tersebut tidak hanya dibutuhkan oleh komunitas pencinta hewan, tetapi juga masyarakat secara luas yang memiliki atau berinteraksi dengan anjing.

Sementara itu, drh Shanty Meidiana mengatakan edukasi dalam kegiatan tersebut tidak hanya membahas rabies. Para peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai cara menangani dan merawat hewan kesayangan melalui sesi tanya jawab bersama para volunteer dan pencinta hewan.

“Tadi kegiatan happy-happy dengan anjing kesayangan, jalan-jalan dengan hewan kesayangan dan ada sedikit edukasi bagaimana menangani hewan kesayangan,” jelasnya.

Shanty berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diteruskan kepada masyarakat lainnya sehingga semakin banyak pemilik hewan memahami cara menjaga anabul agar tetap sehat dan aktif.

Ia juga menjelaskan pentingnya pemberian obat cacing dan vaksinasi sejak anjing masih kecil. Setelah anak anjing berusia sekitar 1,5 bulan, dapat diberikan obat cacing. Selanjutnya, sekitar satu minggu kemudian dapat dilakukan vaksin pertama dan sebulan berikutnya diberikan vaksin kembali.

“Setelah itu vaksin ketiga sebagai booster yang kemudian ditambahkan dengan vaksin rabies, karena di Bali sendiri masih marak dan itu wajib dilakukan,” terangnya.

Shanty juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap anjing yang menunjukkan perilaku tidak biasa. Beberapa di antaranya terlihat linglung, menggigit anjing lain, menyerang secara tiba-tiba, menghindari cahaya, hingga cenderung selalu berada di sudut atau mojok.

Jika menemukan kondisi seperti itu, masyarakat dianjurkan segera melaporkannya kepada dinas atau instansi terkait untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Program Voluntrip tersebut digelar Kitabisa melalui NGO Coordinator Bali, Jasmine. Ia menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program voluntrip yang berkolaborasi dengan Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia di Bali.

“Volunteer kita tadi bersama dengan anabul-anabul. Keinginan kami juga untuk kegiatan anak muda bisa memiliki kegiatan yang positif. Salah satunya mengikuti kegiatan relawan seperti begini,” ungkap Jasmine.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya memberikan pengalaman bagi volunteer untuk berinteraksi dengan hewan, tetapi juga membekali mereka dengan pengetahuan dasar mengenai penanganan ketika hewan peliharaan, khususnya anjing, mengalami masalah kesehatan.

Kegiatan Voluntrip Kitabisa sendiri merupakan agenda yang dilakukan secara rutin dengan jumlah peserta sekitar 15 volunteer dalam setiap kegiatan.

Salah seorang volunteer, Adira Tantri, yang merupakan pemilik dua anjing Kintamani, berharap kegiatan serupa dapat lebih sering digelar. Menurutnya, aktivitas tersebut menjadi kegiatan positif yang dinantikan para pencinta hewan, terutama karena memberikan kesempatan untuk berjalan pagi bersama anjing kesayangan sekaligus memperoleh pengetahuan baru.

Cerita menarik juga datang dari volunteer lainnya, Dayu Ana. Ia bersama keluarganya memiliki pengalaman merawat seekor anjing liar yang datang sendiri ke rumah dalam kondisi sekarat.

“Iya benar, saya punya peliharaan anjing juga, tapi dia datang ke rumah dalam keadaan sekarat. Kami sekeluarga memiliki keputusan untuk merawatnya sampai pulih kembali,” pungkasnya.

Kegiatan Voluntrip Kitabisa Denpasar tersebut menjadi salah satu contoh aktivitas komunitas yang menggabungkan rekreasi, kepedulian terhadap hewan, edukasi kesehatan, sekaligus kampanye pencegahan rabies. Diharapkan, kegiatan serupa dapat semakin memperluas kesadaran masyarakat mengenai pentingnya bertanggung jawab terhadap hewan peliharaan dan lingkungan sekitar. (red)