Mangupuranews – Manggarai, Prajurit Yonif TP 834/WM Kodam IX/Udayana menggelar aksi kemanusiaan berupa trauma healing dan aksi gotong royong pembersihan posko pengungsian di Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (24/8/2026). Langkah penanganan pascabencana gempa bumi ini berfokus pada pemulihan kesehatan mental anak-anak terdampak serta penataan sanitasi pengungsian.
Urgensi Pemulihan Psikologis di Tengah Krisis Pengungsian
Bencana gempa bumi tidak hanya merusak infrastruktur fisik dan memutus akses logistik ke kawasan pelosok NTT. Dampak psikologis berupa trauma mendalam, rasa cemas, dan ketakutan massal kerap melumpuhkan kesehatan mental warga terdampak, terutama kelompok rentan seperti anak-anak.

Jika penanganan pascabencana hanya berfokus pada bantuan fisik, risiko gangguan kesehatan mental jangka panjang pada anak-anak di pengungsian dapat memburuk. Menjawab tantangan tersebut, Kodam IX/Udayana mengintegrasikan pelayanan darurat medis dan pembersihan sanitasi lingkungan dengan pendekatan pendampingan psikososial secara berkelanjutan.
Fokus Utama Aksi Kemanusiaan di Posko Lapangan Golo Congo
- Pendampingan Psikososial (Trauma Healing): Prajurit TNI memulihkan keceriaan anak-anak melalui metode permainan interaktif dan edukasi positif untuk menghilangkan ketakutan pascabencana.
- Sanitasi Lingkungan: Gotong royong membersihkan Posko Pengungsian Lapangan Golo Congo guna mencegah penyebaran wabah penyakit menular selama masa tanggap darurat.
- Integrasi Bantuan: Penyiapan dapur lapangan, posko pelayanan kesehatan, dan penyaluran logistik hingga ke pelosok desa yang sulit terjangkau.

Komitmen TNI dalam Pemulihan Pascabencana
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana, Kolonel Inf Amrizal Nasution, hadir langsung mendampingi dan memotivasi anak-anak di tempat pengungsian. Ia menegaskan pentingnya pemulihan trauma sebagai prioritas utama penanganan pascabencana.
”Pascabencana, kebutuhan masyarakat bukan hanya makanan, tempat tinggal, dan pelayanan kesehatan. Kita juga harus memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis mereka, khususnya anak-anak. Karena itu, kegiatan trauma healing menjadi bagian penting untuk membantu mengembalikan rasa aman, keceriaan, dan semangat mereka,” ujar Amrizal Nasution di Manggarai, Senin (24/8/2026).
Ia meyakinkan bahwa seluruh jajaran prajurit Kodam IX/Udayana akan terus mendampingi warga hingga seluruh proses pemulihan dinyatakan tuntas.
”Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa mereka tidak sendiri. Prajurit Kodam IX/Udayana akan terus hadir bersama masyarakat, membantu sesuai kemampuan dan kewenangan yang dimiliki,” pungkasnya. (editor: brv)






Tinggalkan Balasan