Fraksi Gerindra DPRD Badung Setujui Dua Ranperda Jadi Perda, Dorong Pemerintah Daerah Siaga Bencana dan Optimalkan PAD

img 20251104 wa0199
img 20251104 wa0199
banner 468x60

MANGUPURANEWS – BADUNG, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Pandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), Selasa (4/11/2025). Rapat berlangsung di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III, Kantor Sekretariat DPRD Badung, dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti, didampingi para Wakil Ketua, Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, I Made Wijaya, dan I Made Sunarta.

Dalam rapat tersebut, Fraksi Partai Gerindra DPRD Badung menyatakan persetujuannya terhadap dua Ranperda, yakni Ranperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 serta Ranperda tentang Pemberian Insentif dan/atau Kemudahan Penanaman Modal, untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Bacaan Lainnya
banner 300250

Ketua Fraksi Gerindra, I Wayan Puspa Negara, dalam penyampaian pandangan umum fraksinya, menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim hujan dan potensi bencana akibat angin kencang. Ia mengimbau Pemerintah Kabupaten Badung, khususnya BPBD, DLHK, DPUPR, Perkim, serta Pemadam Kebakaran, agar selalu siaga 24 jam demi mengantisipasi berbagai kemungkinan bencana alam.

“Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Badung yang telah bekerja keras merealisasikan visi-misi melalui program Sapta Krya Adicipta selama delapan bulan terakhir,” ujar Puspa Negara.

Menyoroti Ranperda APBD 2026, ia menjelaskan bahwa nilai RAPBD 2026 dirancang sebesar Rp12,3 triliun, naik 10,8 persen dari Rp11,1 triliun pada APBD Perubahan 2025. Kenaikan ini, menurutnya, masih berpotensi meningkat hingga 11,1 persen, sejalan dengan kondisi ekonomi dan fiskal Badung yang dinamis serta relatif sehat.

Lebih lanjut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 diproyeksikan mencapai Rp11,5 triliun, meningkat 13,8 persen dibandingkan APBD Perubahan 2025 yang sebesar Rp10,1 triliun. “Kenaikan ini tentu patut diapresiasi. Namun kami menilai masih ada potensi peningkatan, terutama dari sektor Pajak Hotel dan Restoran (PHR), seiring dengan naiknya kunjungan wisatawan mancanegara dari 6,3 juta orang pada 2025 menjadi 6,5 juta orang pada 2026, atau meningkat 3,17 persen,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan tren pariwisata yang positif, target PAD sangat realistis untuk ditingkatkan hingga 14 persen. Selain itu, Fraksi Gerindra juga memprediksi pertumbuhan ekonomi Badung tahun 2026 akan melampaui rata-rata nasional sebesar 5,4 persen, ditopang oleh sektor pariwisata dan pembangunan infrastruktur.

“Dengan arah kebijakan yang tepat dan sinergi antarinstansi, Badung akan terus tumbuh menjadi daerah yang maju, tangguh, dan berdaya saing tinggi,” pungkas Puspa Negara. (Red)

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses