Gandeng Pecalang dan Ojol di Bali, Kapolri Bentuk ‘Sabuk Kamtibmas’ untuk Jaga Keamanan Pulau Dewata

pecalang dan komunitas ojol potensi besar jaga kamtibmas bali
pecalang dan komunitas ojol potensi besar jaga kamtibmas bali
banner 468x60

MANGUPURANEWS – KUTA, Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di destinasi wisata dunia seperti Bali tidak bisa dilakukan sendirian oleh aparat kepolisian. Menyadari hal tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., mengambil langkah strategis dengan merangkul dua elemen penting akar rumput di Bali: Pecalang (keamanan adat) dan komunitas ojek online (ojol).
​Langkah ini diwujudkan melalui acara “Silaturahmi Sabuk Kamtibmas” yang digelar di Bali, Kamis (16/7/2026). Kolaborasi unik ini dirancang untuk memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan sekaligus mempererat kemitraan Polri dengan elemen masyarakat urban maupun tradisional.

​Dalam arahannya, Jenderal Listyo Sigit menegaskan bahwa stabilitas kamtibmas adalah fondasi utama kenyamanan Bali. Pecalang dengan otoritas adatnya, serta pengemudi ojol dengan mobilitasnya yang tinggi di jalanan, dinilai memiliki mata dan telinga yang paling dekat dengan realitas di lapangan.

“Pecalang dan komunitas ojek online memiliki peran penting dalam membantu menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Sinergi yang terjalin selama ini merupakan modal penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar Kapolri.

Bacaan Lainnya
banner 300250

​Kapolri juga menambahkan bahwa di tengah dinamisnya tantangan keamanan modern, Polri membutuhkan “mitra strategis” yang bergerak aktif. Konsep ‘Sabuk Kamtibmas’ ini diharapkan menjadi benteng berlapis untuk menjaga kondusivitas wilayah.

“Polri membutuhkan sinergi yang kuat dengan Pecalang dan komunitas ojek online sebagai mitra strategis atau Sabuk Kamtibmas dalam mendukung terwujudnya kamtibmas yang kondusif,” tegasnya.

​Ke depan, Kapolri berharap forum silaturahmi dan koordinasi seperti ini tidak hanya menjadi seremonial belaka, melainkan terus berjalan secara berkelanjutan. Fokus utamanya adalah memperlancar komunikasi dan pertukaran informasi secara cepat (real-time) agar setiap riak gangguan keamanan bisa diredam sejak dini.

“Sinergisitas Polri, Pecalang, dan komunitas ojek online diharapkan semakin memperkuat kondusivitas wilayah serta meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Bali,” pungkas Kapolri.

​Dengan adanya kolaborasi lintas elemen ini, diharapkan Bali tidak hanya dikenal karena keindahan alam dan budayanya, tetapi juga karena sistem keamanannya yang solid dan partisipatif. (red-tim) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses