Mangupuranews – BADUNG, Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, menghadiri sekaligus ngupasaksi Karya Ngenteg Linggih di Pura Mekeling Bhujangga Waisnawa, Banjar Pelasa, Desa Adat Kuta, Minggu (25/10/2026). Kehadiran pimpinan dewan ini menegaskan komitmen legislatif dalam mendukung kelestarian adat di kawasan pariwisata.
Pura yang berlokasi di pusat denyut pariwisata Kuta ini menyelenggarakan upacara suci sebagai tonggak penyucian linggih dan penguatan sradha bhakti krama. Bagi Anom Gumanti, keterlibatan aktif krama lokal membuktikan ketahanan tradisi tetap kukuh meski dihadapkan pada tekanan modernisasi kawasan pesisir Badung.
“Pelaksanaan karya suci ini merupakan wujud nyata sradha bhakti dan rasa syukur kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Saya mengapresiasi kebersamaan dan semangat gotong royong krama yang telah terjalin dengan baik,” ujar Anom Gumanti di sela rangkaian upacara.
Tantangan Kohesi Sosial di Kawasan Urban Pariwisata
Tingginya aktivitas ekonomi di Kuta kerap menantang ruang sosial masyarakat adat. Melalui yadnya skala besar ini, Anom Gumanti menyoroti pentingnya merawat modal sosial agar krama tidak tercerabut dari akar budayanya sendiri.
Ia menegaskan, keberlanjutan pariwisata Badung berakar langsung pada ajegnya tatanan budaya lokal yang hidup di tengah banjar. Gotong royong krama menjadi instrumen paling efektif dalam memitigasi gesekan individualisme di kawasan urban.
“Saya berharap krama senantiasa menjaga persatuan dengan semangat sagilik saguluk, salunglung sabayantaka. Semangat kebersamaan ini harus terus dirawat sebagai landasan utama dalam menjaga kelestarian adat dan budaya di Kabupaten Badung,” tegasnya.
Rangkaian Panjang Dudonan Karya Suci
Puncak karya dipusatkan pada Redite Kliwon Watugunung yang bertepatan dengan upacara Purnama Kelima. Seluruh prosesi dirancang terstruktur sesuai tata titi sastra agama Hindu.
- Kamis, 15 Oktober 2026: Dudonan awal dibuka dengan prosesi pembersihan spiritual matut piuning meguru bendu.
- Minggu, 25 Oktober 2026: Puncak karya diisi upacara penyucian ruang sakral melalui Caru Rsi Gana, penanaman unsur suci Mupuk Pedagingan, serta pembersihan utama lewat Pedudusan Alit.
- Senin, 26 Oktober 2026: Rangkaian penutup ritual dituntaskan melalui upacara penyucian lingkar alam Nyegara Gunung.
Harapan Sidha Paripurna untuk Kerahayuan Badung
Melalui karya yadnya ini, Anom Gumanti berharap vibrasi positif upacara membawa keteduhan batin serta keseimbangan ekologis bagi wilayah Kuta dan Badung secara umum.
“Semoga seluruh rangkaian upacara berjalan lancar, sidha sidaning don, labda karya, dan sidha paripurna, serta membawa kerahayuan bagi jagat dan kesejahteraan bagi seluruh krama,” pungkasnya. (brv)






Tinggalkan Balasan