​Mangupuranews – MENGWI, Dinas Pariwisata Kabupaten Badung resmi menggelar Taman Ayun Barong Festival 2026 di DTW Pura Taman Ayun, Mengwi, 6–7 November 2026, sebagai strategi memecah konsentrasi wisatawan dari wilayah selatan menuju Badung Tengah dan Utara.

​Perhelatan ke-9 ini mencatatkan tonggak baru setelah terpilih menembus 125 agenda unggulan Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI.

​Agenda kebudayaan berskala nasional ini bukan sekadar panggung atraksi seni tahunan. Penyelenggaraan tersebut sekaligus menjadi instrumen taktis pemerintah daerah dalam mengurai ketimpangan arus kunjungan wisata yang selama ini menumpuk di pesisir selatan Bali.

​

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung Anak Agung Putri Mas Agung (keempat dari kanan) bersama Penglingsir Puri Ageng Mengwi Ida Cokorda Mengwi XIII (kedua dari kiri) menyambut jajaran Konsul Jenderal negara sahabat saat menghadiri Taman Ayun Barong Festival 2026 di DTW Pura Taman Ayun, Mengwi, Badung, Bali.

Kepala Dinas Pariwisata Badung, Anak Agung Putri Mas Agung, menegaskan arah kebijakan pariwisata daerah kini bertumpu pada diversifikasi daya tarik kawasan.

​”Mungkin untuk akomodasi kita sudah sediakan di Badung Selatan, namun untuk event-event kita upayakan untuk dilaksanakan di wilayah Badung Tengah dan Utara, termasuk juga di dalamnya adalah desa wisata,” tegas Putri Mas Agung saat ditemui di lokasi festival, Sabtu (7/11/2026).

​Memecah Dominasi Selatan Lewat Diplomasi Budaya

​Kawasan Badung Tengah dan Utara menyimpan kekayaan agrowisata, cagar budaya, serta desa wisata yang belum tergarap seoptimal magnet pantai di pesisir Kuta hingga Kuta Selatan.

​Melalui kolaborasi resmi bersama Kementerian Pariwisata, Dispar Badung mendorong daya saing DTW Mengwi lewat integrasi ekonomi kreatif dan diplomasi internasional.

Tim Asisten Deputi Event Daerah Kementerian Pariwisata RI Theresia Ria (tengah) menyerahkan piagam resmi Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 kepada Penglingsir Puri Ageng Mengwi Ida Cokorda Mengwi XIII (kedua dari kiri), disaksikan Kepala Dispar Badung Anak Agung Putri Mas Agung (kanan) di DTW Pura Taman Ayun, Mengwi, Badung, Bali.

​Langkah konkret yang dihadirkan sepanjang festival meliputi:

  • ​Pameran UMKM dan Ekshibisi: Membuka akses pasar langsung bagi perajin serta pelaku usaha lokal Badung.
  • ​Keterlibatan Korps Diplomatik: Mengundang Konsul Jenderal negara sahabat, termasuk Australia, Rusia, Tiongkok, dan India, untuk memperluas promosi ke pasar global.
  • ​Rencana Workshop Budaya 2027: Menyiapkan ruang interaksi langsung bagi wisatawan mancanegara untuk belajar menari dan menabuh gamelan.

​”Harapannya tahun depan kegiatan ini bisa kita laksanakan dengan skala yang lebih besar dan tentunya banyak melibatkan wisatawan, terutama wisatawan mancanegara,” imbuh Putri Mas Agung.

​

Aksi pementasan Barong memikat ratusan pasang mata pada ajang Taman Ayun Barong Festival Regeneration dan Superstar 2026 di Pura Taman Ayun, Mengwi, Badung, Bali.

Tim Asisten Deputi Event Daerah Kementerian Pariwisata RI, Theresia Ria, turut mengapresiasi pencapaian festival ini di panggung nasional.

​”Festival ini sangat menarik karena mengangkat budaya Bali yang kita banggakan. Kementerian Pariwisata berharap festival ini dapat menarik kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” tutur Theresia.

​Kolaborasi Dua Warisan Budaya Dunia: Regenerasi dan Tarung Bebas ‘Superstar’

​Festival tahun ini menyatukan dua entitas yang telah diakui secara global: kawasan cagar budaya Pura Taman Ayun dan seni pertunjukan Barong Bali.

​

Deretan penari bersiap mementaskan seni Barong Buntut dalam kategori Regeneration pada perhelatan Taman Ayun Barong Festival 2026 di kawasan Wantilan DTW Pura Taman Ayun, Mengwi, Badung, Bali.

Penglingsir Puri Ageng Mengwi, Ida Cokorda Mengwi XIII, menegaskan bahwa festival ini merupakan manifestasi nyata pelestarian tradisi leluhur berbasis komunitas adat.

​”Barong itu sudah masuk di dalam warisan budaya dunia, dan Taman Ayun sendiri juga masuk dalam warisan budaya dunia. Dua warisan budaya dunia itu menjadi satu berkolaborasi sekarang untuk menunjukkan bagaimana tekad kita melestarikan budaya,” papar Ida Cokorda Mengwi XIII.

​Untuk menjamin keberlanjutan pakem tradisi, panitia membagi pementasan ke dalam dua kategori ketat:

  • ​Kategori Regeneration: Diikuti seniman cilik tingkat SD dan SMP yang memainkan Barong Buntut dan tabuhan kendang tunggal di Wantilan Pura Taman Ayun guna mencetak penerus tradisi.
  • ​Kategori Superstar (Tarung Bebas): Hanya diperuntukkan bagi penari yang pernah menjuarai kompetisi minimal tiga kali. Pasangan penari dan penabuh kendang diundi secara acak di panggung tanpa latihan bersama sebelumnya.

​”Pesertanya diacak atau tarung bebas. Masing-masing mencari nilai sendiri dan ini tingkat kesulitannya sangat tinggi. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pementasan Barong sesuai dengan pakem-pakem yang ada,” tutup Ida Cokorda Mengwi XIII.

(editor: brv)