Mangupuranews -BADUNG, Menyambut Hari Raya Galungan, Penjor Festival 2026 GWK resmi digelar pada 5–8 November 2026 di area Lotus Pond, GWK Cultural Park, Badung, dengan akses terbuka gratis bagi seluruh masyarakat.

​Langkah pembukaan area publik tanpa tiket masuk reguler ini menjadi angin segar bagi pelestarian budaya sekaligus pemerataan akses ruang kreatif lokal.

​Meski akses ke Lotus Pond digratiskan, pihak manajemen menegaskan akses menuju kawasan lain seperti Patung GWK dan Festival Park tetap memberlakukan tarif reguler.

​Menjawab Degradasi Makna Tradisi lewat Edukasi

​Perhelatan tahun keempat bertema “Pesta Rasa dalam Balutan Seni dan Budaya” ini tidak sekadar memajang bambu hias. Acara ini dirancang untuk menjawab tantangan memudarnya pemahaman nilai filosofis sarana upakara di kalangan generasi muda.

​Direktur Operasional GWK Cultural Park, Ch. Rossie Andriani, menekankan bahwa penjor memegang posisi sakral dalam kosmologi masyarakat Hindu Bali.

​”Bagi masyarakat Bali, penjor bukan sekadar hiasan, melainkan bagian dari tradisi yang sarat makna. Tiang bambu tinggi yang dihiasi janur dan hasil bumi ini melambangkan rasa syukur, kemenangan dharma atas adharma, serta merepresentasikan Gunung Agung dan Naga Basuki,” ujar Ch. Rossie Andriani dalam keterangan resminya.

​Ia menambahkan, festival ini diarahkan menjadi ruang inklusif yang menyatukan pelaku usaha dan seniman lokal.

​”Kami berharap festival ini tidak hanya menjadi perayaan seni dan tradisi Bali, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi yang memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal, komunitas, dan seniman, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kreativitas masyarakat,” tambahnya.

​Rangkaian Kegiatan Interaktif dan Kompetisi Budaya

​Festival ini melibatkan kemitraan strategis dengan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Badung serta Pemerintah Kabupaten Badung. Ruang edukasi dihadirkan lewat kompetisi dan lokakarya langsung bersama perajin.

​Sejumlah agenda utama yang disiapkan di lokasi meliputi:

  • ​Lomba Penjor Mini: Wadah regenerasi keahlian perakitan penjor bagi generasi muda lintas banjar.
  • ​Workshop Interaktif: Pengenalan teknik penjor, edukasi menulis aksara Bali di atas daun lontar, dan kelas membatik.
  • ​Panggung Seni Komunitas: Lomba tari LPM Desa Ungasan, pertunjukan Joyful Music Bali, Debeat Music Course, Cressendo, serta Komunitas Seni Dana Swara.

​Stimulasi Ekonomi Kreatif dan Panggung Musisi Daerah

​Kenaikan harga kebutuhan upakara jelang Galungan kerap membebani perajin dan warga. Festival ini menyediakan area bazar UMKM yang menampilkan produk kuliner, kriya, dekorasi, hingga perlengkapan upacara langsung dari produsen lokal.

​Nuansa tradisi di area tebing kapur Lotus Pond dipadukan dengan panggung hiburan musik modern. Sederet musisi populer Bali dijadwalkan tampil bergantian, antara lain:

  • ​Tika Pagraky
  • ​Nanoe Biroe
  • ​Ary Kencana featuring Neli Ambarawati
  • ​Leeyonk Sinatra

​Penyelenggaraan ini menegaskan fungsi ganda kawasan konservasi budaya: menjaga keluhuran nilai ritual Galungan tanpa kehilangan daya pikat bagi ruang perjumpaan warga modern. (editor: brv)