MANGUPURANEWS – BADUNG, Tim SAR gabungan mengerahkan sebanyak 123 personel untuk melanjutkan operasi pencarian dan evakuasi terhadap dua orang korban yang hilang akibat bencana tanah longsor di kawasan Pelaga Eco Park atau Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Peristiwa tersebut bermula ketika hujan lebat mengguyur wilayah Desa Pelaga sejak Minggu malam (1/11/2026) sekitar pukul 23.00 WITA, yang mengakibatkan material tebing longsor dan menghanyutkan bangunan glamping, khususnya area room 6, ke aliran sungai. Dua orang pengunjung berjenis kelamin laki-laki yang menghuni kamar tersebut belum ditemukan dan kini menjadi fokus utama dalam operasi pencarian.

​Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melalui unsur di koordinator lapangan, Ketut Wirajaya, menjelaskan bahwa operasi pencarian hari ini melibatkan tiga satuan tugas atau SRU gabungan.

“Kami bagi tiga SRU. Satu itu melaksanakan pencarian dari dam dan pelaga bawah itu posisi mengarah ke hulu, dari rescue dua dari posisi dam ke utara, dan seru tiga tadi sudah melaksanakan pencarian di LKP dengan dibantu dengan K9,” ujar Ketut Wirajaya, Senin (2/11/2026).

Pengerahan kekuatan masif ini melibatkan Basarnas Provinsi Bali, SAR Brimob, SAR Polda Bali, Polres Badung yang dipimpin langsung oleh Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba, S.H., S.I.K., M.H., Polsek Petang, Damkar Badung, BPBD Badung, BPBD Desa, hingga masyarakat setempat dari Bukit Munduk Tiying.

​Proses pencarian di lapangan menghadapi tantangan berat akibat kondisi medan perbukitan yang curam, berdekatan dengan aliran sungai, serta akses jalan yang tertutup material longsor. Selain melakukan penyisiran menggunakan sarana seperti alat berat, cangkul, sekop, kapak, dan sepatu bot, petugas juga melakukan penyemprotan material.

“Kenapa kami melaksanakan penyemprotan? Karena ada material yang terkubur dan dicurigai korban bisa tertimbul di sana, karena siapa tahu pada saat itu korban mungkin posisinya waktu itu di toilet,” terang Ketut Wirajaya.

Pembersihan material ini dilakukan agar pada hari kedua area tersebut sudah bersih dan tim dapat memfokuskan pencarian penuh ke arah sungai.

​Operasi pencarian ini sesuai prosedur direncanakan berlangsung selama tujuh hari, dengan harapan korban dapat segera ditemukan. Seluruh personel gabungan di lapangan terus diingatkan untuk mengutamakan faktor keselamatan diri, memperkuat sinergitas, serta mewaspadai potensi longsor susulan maupun peningkatan debit air sungai akibat cuaca yang masih fluktuatif. (red-tim)