Mangupuranews – ​JAKARTA, European Higher Education Fair (EHEF) 2026 kembali menyapa calon mahasiswa Indonesia dengan menghadirkan 90 institusi pendidikan tinggi dari 14 negara anggota Uni Eropa. Pameran pendidikan gratis ini siap digelar di Yogyakarta dan Jakarta sepanjang awal November 2026.

​Akses terhadap informasi beasiswa dan prosedur studi ke luar negeri sering kali terhambat kendala jarak serta minimnya validitas data dari tangan pertama. Masalah ini kerap membuat banyak generasi muda tertipu konsultasi abal-abal atau merasa gentar sebelum mendaftar.

​Hadirnya EHEF ke-18 tahun ini menjembatani jurang informasi tersebut secara konkret. Calon mahasiswa bersama orang tua kini bisa berkonsultasi langsung tanpa perantara biaya.

​

Ratusan pelajar memadati area stan negara anggota Uni Eropa, seperti Swedia dan Austria, dalam perhelatan European Higher Education Fair (EHEF) untuk menggali informasi program studi internasional serta memperluas wawasan akademik secara gratis.

Jadwal dan Lokasi Pameran di Dua Kota

​Ajang tahunan ini dirancang strategis untuk menjangkau pusat pelajar di Pulau Jawa. Delegasi Uni Eropa telah menetapkan dua titik pelaksanaan utama:

  • ​Yogyakarta: Rabu, 4 November 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK), Universitas Gadjah Mada.
  • ​Jakarta: Sabtu–Minggu, 7–8 November 2026 di Catur Dharma Hall, Menara Astra.

​Pameran berlangsung terbuka untuk masyarakat umum tanpa dipungut biaya masuk. Kendati gratis, pengunjung wajib melakukan registrasi awal melalui situs resmi panitia.

​Memperluas Keterampilan Menghadapi Era Digital

​Uni Eropa menilai akses pendidikan lintas negara bukan sekadar urusan mengejar gelar akademik. Pengalaman global dinilai esensial untuk membekali talenta muda Indonesia dengan keterampilan yang relevan dengan transformasi industri dunia.

​Kuasa Usaha a.i. Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Marco Bonetti, menegaskan pentingnya kesempatan ini bagi masa depan pelajar tanah air.

​”Menempuh pendidikan di Eropa menawarkan lebih dari sekadar kualifikasi akademik. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk memperluas wawasan, mengenal beragam budaya, serta mengembangkan keterampilan yang bernilai bagi masa depan mereka. Pengalaman ini juga membangun hubungan jangka panjang antarmasyarakat dan turut memperkuat kemitraan antara Indonesia dan Uni Eropa,” tutur Marco Bonetti.

​Marco menambahkan bahwa agenda ini memberi ruang terbuka bagi pengunjung untuk membedah kurikulum perkuliahan, skema mobilitas, hingga peluang beasiswa penuh.

​

Sejumlah pengunjung menelaah berkas persyaratan akademik dan panduan beasiswa di stan informasi pameran European Higher Education Fair (EHEF), sebagai persiapan awal untuk menempuh studi sarjana maupun pascasarjana di berbagai negara anggota Uni Eropa.

Bagian dari Investasi Global Gateway

​Tingginya antusiasme masyarakat Indonesia berkaca pada gelaran EHEF 2025 yang sukses menjaring sekitar 9.000 pengunjung. Konsistensi penyelenggaraan sejak 2008 ini menegaskan hubungan diplomatik kedua belah pihak di sektor sumber daya manusia.

​Langkah ini juga sejalan dengan strategi Global Gateway Uni Eropa. Program kemitraan ini telah mengalokasikan investasi lebih dari €300 miliar secara global guna memperkuat sektor riset, digitalisasi, dan infrastruktur pendidikan.

​Melalui kerja sama pendidikan ini, pemuda Indonesia diharapkan mampu menjadi penggerak utama dalam mewujudkan masa depan transisi hijau serta transformasi teknologi yang inklusif. Registrasi kunjungan pameran dapat diakses melalui portal resmi [https://virtual.ehef.id/]

(editor: brv)