DENPASAR | mangupuranews – Pemprov Bali memastikan rekam narasi video Ketua TP PKK Bali Ny. Putri Suastini Koster terkait undian BPD Bali Rp2 miliar adalah hoaks berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI).
Masyarakat yang menyaksikan unggahan di Facebook tersebut diminta tidak tergiur iming-iming pendaftaran gratis. Tautan yang disebarkan berpotensi memicu aksi kejahatan siber.
Hasil Analisis Pemprov Bali: Manipulasi Deepfake AI
Pemerintah Provinsi Bali bergerak cepat merespons keresahan masyarakat akibat maraknya peredaran konten digital palsu tersebut. Dari hasil pemeriksaan teknis, klip visual yang beredar dipastikan hasil manipulasi deepfake.
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, Ida Bagus Surja Manuaba, menegaskan tidak ada program undian yang dikeluarkan oleh BPD Bali maupun pihak pemprov.
“Setelah kami lakukan analisis, video tersebut merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang dibuat oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Informasi yang disampaikan dalam video tersebut tidak benar,” tegas Surja Manuaba di Denpasar, Minggu (2/8/2026).
Bahaya Phishing di Balik Modus Undian Palsu
Fenomena ini menunjukkan pergeseran tren penipuan digital yang makin canggih. Para pelaku kejahatan kini tidak lagi hanya mengandalkan teks palsu, melainkan memanfaatkan kemiripan wajah dan suara figur publik untuk membangun kepercayaan (social engineering).
Ada beberapa risiko utama yang mengintai korban jika mengklik tautan dalam unggahan tersebut:
- Pencurian Data Pribadi: Tautan menjebak korban untuk mengisi form data sensitif (phishing).
- Pembobolan Rekening: Akses data finansial berpotensi disalahgunakan untuk menguras saldo bank.
- Penyalahgunaan Identitas: Data korban dapat digunakan untuk aksi kejahatan siber lainnya.
Imbauan dan Langkah Aman Bagi Masyarakat
Pemprov Bali meminta warga makin kritis saat menerima konten promosi atau bagi-bagi hadiah di media sosial. Verifikasi mandiri menjadi benteng utama menghadapi gempuran konten buatan AI.
Langkah antisipasi yang wajib dilakukan:
- Jangan mengklik tautan tidak resmi yang disertakan dalam unggahan media sosial.
- Selalu cek kebenaran informasi melalui saluran resmi Pemprov Bali atau Bank BPD Bali.
- Laporkan konten mencurigakan yang mengatasnamakan pejabat publik ke pihak berwenang.
Kehati-hatian masyarakat dalam menyaring informasi menjadi kunci utama memutus rantai penipuan digital berbasis kecerdasan buatan ini. (brv)






Tinggalkan Balasan