MANGUPURANEWS – ​DENPASAR, Sebanyak 399 peserta didik (serdik) Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) resmi tiba di Pulau Dewata Bali dengan menggunakan kapal perang TNI Angkatan Laut, KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991-1, di pelabuhan Benoa, Rabu (29/07/2026). Kedatangan para calon pemimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini bertujuan untuk melaksanakan agenda kegiatan Widya Bhakti, salah satunya menyerap nilai-nilai kepemimpinan di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Kabupaten Tabanan.

​Melalui perjalanan laut ini, para serdik dipersiapkan untuk melakukan pembelajaran sejarah dan penguatan kompas moral. Mereka hadir untuk meneladani langsung keteladanan dan patriotisme Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai yang bersama Pasukan Ciung Wanara melancarkan pertempuran habis-habisan (Puputan Margarana) pada 20 November 1946 demi mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

​Semangat “puputan” yang ditinggalkan I Gusti Ngurah Rai kini ditransformasikan oleh calon pemimpin BUMN sebagai keteguhan untuk tidak menyerah terhadap keadaan, tidak berkompromi dengan penyimpangan, serta tidak melarikan diri dari tanggung jawab ketika organisasi dan bangsa menghadapi ujian.

​Menyatukan Best Mind dan Best Heart ​Melalui kegiatan Widya Bhakti pasca-pendaratan dari KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991-9, para serdik diajak memahami bahwa kepemimpinan BUMN tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan teknis dan kompetensi manajerial. Kepemimpinan sejati membutuhkan keseimbangan antara kecerdasan berpikir (best mind) dan integritas hati (best heart).

​Perjuangan I Gusti Ngurah Rai dinilai memperlihatkan perpaduan nyata kedua aspek tersebut :

​Best Mind: Ditunjukkan lewat kecakapan berpikir strategis, membaca situasi, dan mengelola sumber daya yang terbatas di tengah pertempuran.
Best Heart: Teperwujud dalam integritas, empati, keberanian moral, serta kesediaan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.

“Di sini, serdik belajar bahwa jabatan bukan tempat mencari kenyamanan dan kehormatan pribadi, melainkan amanah untuk berdiri paling depan ketika organisasi, masyarakat, dan negara membutuhkan keputusan yang berani,” ujar Komandan Batch I P3MD Angkatan Soedirman, Marsma TNI Dr. Anton Pallaguna, S.E., M.M., M.Han., M.M.O.A.S., CHRA., CSBA. 

​Dari peneladanan terhadap perjuangan I Gusti Ngurah Rai, kunjungan Widya Bhakti merumuskan 9 pembelajaran utama bagi para calon pimpinan BUMN:

  1. ​Karakter dan Integritas: Menjaga konsistensi antara keyakinan, perkataan, dan tindakan. Berani menolak korupsi, menghindari konflik kepentingan, serta konsisten pada kebenaran.
  2. Kepemimpinan Hadir di Garis Depan: Memimpin dari depan dengan memberikan teladan, memahami kondisi lapangan, dan siap memikul risiko tanpa melimpahkannya kepada bawahan.
  3. ​Komunikasi Tujuan dan Adaptabilitas: Menanamkan tujuan organisasi secara transparan serta mampu beradaptasi terhadap perubahan tanpa mengorbankan prinsip.
  4. ​Ketangguhan Fisik dan Mental: Memiliki ketahanan mengelola tekanan krisis, ketidakpastian ekonomi, maupun disrupsi teknologi dengan pikiran yang jernih.
  5. ​Kecerdasan Strategis dan Pemecahan Masalah: Mengambil keputusan berbasis data dan analisis tajam, bukan sekadar intuisi atau kepentingan jangka pendek.
  6. ​Disiplin Manajemen dan Eksekusi: Menerjemahkan rencana strategis menjadi eksekusi terukur dengan indikator keberhasilan dan pengendalian risiko yang jelas.
  7. Tata Kelola dan Etika Publik: Mengelola aset dan modal negara secara transparan, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi Good Corporate Governance (GCG).
  8. ​Pembangunan Bangsa dan Tujuan Publik: Memastikan pertumbuhan BUMN berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik, dan kedaulatan ekonomi.
  9. ​Persatuan dan Kepemimpinan Kolaboratif: Membangun kolaborasi lintas sektoral untuk meruntuhkan ego sektoral demi pencapaian tujuan nasional.

Setibanya di Bali, para serdik P3MD disadarkan bahwa tantangan masa depan BUMN bukan lagi perang fisik, melainkan krisis ekonomi global, disrupsi teknologi, persaingan bisnis, dan ancaman korupsi.​Melalui pelayaran bersama KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo-991 hingga ziarah sejarah di Taman Pujaan Bangsa Margarana, 399 calon pemimpin BUMN ini berkomitmen membawa pulang nilai dasar kepemimpinan: BERANI menjaga kebenaran, CEPAT menghadirkan solusi, dan TERHORMAT dalam menjalankan amanah bagi kemajuan bangsa Indonesia. (red-tim)