BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menargetkan proyek fisik Badung Selatan rampung Desember 2026 usai melakukan inspeksi mendadak di lima titik strategis, Minggu (1/11/2026). Langkah akselerasi ini difokuskan memecah simpul kemacetan akut sekaligus menangani ancaman banjir jelang puncak musim hujan.
Inspeksi tersebut mencakup pelebaran Imam Bonjol–Sunset Road, pemasangan enam pompa di Bendung Gerak Tukad Mati, pelebaran simpang Siligita, proyek drainase Jalan Dewi Sri, serta penataan pedestrian Pantai Kuta. Didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung I Nyoman R. Karyasa, Bupati memastikan pengerjaan berjalan tepat jadwal.
“Saya melihat progresnya sudah cukup bagus. Mudah-mudahan akhir tahun ini, bulan Desember sudah tuntas,” tegas Adi Arnawa di sela-sela pemantauan.
Solusi Simpang Macet: Kolaborasi Antarwilayah dan Penertiban Pipa
Penyumbatan lalu lintas di perbatasan Denpasar–Badung dan kawasan pariwisata selatan mendapat perhatian khusus. Pemkab Badung berencana memperlebar akses belok kiri jalan terus di persimpangan Imam Bonjol–Sunset Road.
Tantangan di lapangan menuntut diplomasi antardaerah karena menyangkut garis batas wilayah administratif dan keberadaan aset komunal.
“Terkait keberadaan Pura Subak kita sudah koordinasi, mudah-mudahan itu nggak ada masalah. Sehingga akses jalan dari Imam Bonjol Utara menuju Kuta itu akan semakin bagus dan lancar,” kata Adi Arnawa.
Tantangan teknis serupa ditemukan di simpang Siligita yang sering dikeluhkan pengendara. Arus kendaraan dari arah Jalan Darmawangsa sempat tersendat akibat belokan yang sempit, jaringan pipa utilitas yang melintang, serta menjamurnya lapak liar di bahu jalan.
Untuk menuntaskan kendala tersebut, Pemkab Badung menerapkan langkah berikut:
- Relokasi Jaringan Pipa: PDAM telah menyetujui pemindahan jaringan pipa air bersih ke bawah badan jalan guna memperluas radius putar tikungan.
- Penertiban Ruang Milik Jalan: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) diterjunkan untuk menertibkan bangunan warung kumuh di sepanjang koridor Siligita.
Benteng Banjir Kuta: Enam Pompa Berkapasitas 30.000 Liter per Detik
Selain kelancaran jalan raya, kesiapan menghadapi hidrometeorologi menjadi prioritas mutlak di kawasan rawan genangan seperti Jalan Dewi Sri dan hilir Tukad Mati Kuta.
Pemkab Badung tengah menyelesaikan rumah pompa di Bendung Gerak Tukad Mati dengan memasang enam unit mesin berkekuatan sedot tinggi. Unit-unit ini dirancang mampu menyedot air total hingga 30.000 liter per detik saat debit hujan ekstrem bertemu air pasang laut.
“Kalau itu sudah terpasang, mudah-mudahan minimal kalaupun ada hujan, airnya akan cepat surut. Mudah-mudahan dalam waktu cepat akan datang pompanya untuk dipasang sekitar enam pompa dengan kekuatan 30.000 liter per detik. Astungkara ini akan bisa kita atasi,” ungkap Bupati.
Wajah Baru Pedestrian Kuta: Nol Parkir Liar di Jalur Barat
Revitalisasi koridor pedestrian Pantai Kuta dirancang untuk mengembalikan kenyamanan wisatawan pejalan kaki. Evaluasi lapangan menunjukkan kawasan pesisir membutuhkan integrasi antara estetika trotoar dan penataan kantong parkir.
Rencana pembenahan lanjutan kawasan wisata Kuta meliputi:
- Sterilisasi Jalur Barat: Pengaspalan ulang sisi barat jalan dan penghapusan seluruh titik parkir pinggir jalan (on-street parking).
- Sentralisasi Parkir: Seluruh kendaraan pengunjung dialihkan ke gedung kantong parkir terpadu di kawasan Bali Anggrek.
- Perluasan Rute Penataan (2027): Jalur pedestrian akan diperpanjang ke arah utara melintasi Hotel Pullman hingga tersambung ke kawasan Legian.
“Di sebelah barat nanti kita aspal dan tidak ada lagi tempat parkir. Nanti parkirnya fokus di Bali Anggrek sehingga sepanjang jalan Pantai Kuta ini bersih,” pungkas Adi Arnawa seraya menekankan bahwa reputasi Kuta sebagai ikon utama pariwisata Badung wajib dijaga.
Analisis Problem Framing & Solusi
Dari data lapangan yang dihimpun, terdapat tiga simpul persoalan utama yang dihadapi Badung Selatan:
- Bottleneck Infrastruktur Transportasi: Pertumbuhan volume kendaraan tidak sebanding dengan radius tikung jalan (seperti di Imam Bonjol dan Siligita), diperparah utilitas bawah tanah pipa PDAM dan tumpang tindih tata ruang batas wilayah antar-kabupaten/kota.
- Kerapuhan Drainase Kawasan Pesisir Rendah: Wilayah Kuta (Dewi Sri dan Tukad Mati) berada di dataran rendah yang rawan genangan saat siklus hujan tahunan. Pemasangan pompa mekanis berdaya sedot 30.000 l/detik merupakan intervensi struktural paling realistis menggantikan sistem gravitasi alami.
- Kenyamanan Visual & Mobilitas Destinasi Wisata: Parkir liar di bahu jalan Pantai Kuta telah lama mereduksi estetika pantai kelas dunia. Skema sterilisasi dan sentralisasi ke Bali Anggrek menjadi kunci pemulihan citra destinasi. (brv)






Tinggalkan Balasan