Bupati Badung Bakal Buka Resmi Tukad Festival “I Love the River” di Tukad Mati Legian

Foto: Ketua Panitia I Love The River, sekaligus Ketua Yayasan SIP School Legian, Dr. drs. Nyoman Sarjana MIkom., saat diwawancarai awak media, hendak beraudiensi dengan Bupati Badung, Wayan Adi Arnawa, Senin, 4 Agustus 2025.
banner 468x60

MANGUPURANEWS – BADUNG, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bakal membuka secara resmi kegiatan Tukad Festival “I Love My River” di Tukad Mati Legian, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung.

Demikian dikatakane Ketua Panitia I Love The River, sekaligus Ketua Yayasan SIP School Legian, Dr. drs. Nyoman Sarjana MIkom., berfoto bersama, saat hendak beraudiensi dengan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, Senin, 4 Agustus 2025.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Menurutnya, kebersihan dan kelestarian lingkungan dapat mencegah penyakit, menciptakan udara dan air yang bersih serta mendukung keberlangsungan ekosistem.

“Selain itu, peduli lingkungan juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata,” terangnya.

Dengan mengusung tema CCE (Clean, Culture and Education), terutama untuk lingkungan hidup dan pelestarian budaya, Yayasan Seni Indah Prima (SIP) Foundation berinisiasi melakukan aksi CSR (Corporate Social Responsibility) berkolaborasi dengan 441 Coffee serta Abis Villa Legian serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Legian menggelar Festival “I Love My River” di Tukad Mati Legian.

“Aksi Cleaning the River menjadi agenda bersih-bersih sungai yang menarik dengan pemberian hadiah kepada pengumpul sampah sungai terbanyak,” paparnya.

Sementara itu, Magdalena Yoseva selaku GM Abia Villa Legian memberikan apresiasi dengan digelarnya Festival ini.

“Apalagi dengan mengusung tema ‘Bersih-bersih Sungai’ dengan kebersamaan dan partisipasi masyarakat lokal sungguh sangat menarik, kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi,” kata Lena.

Hal senada juga disampaikan Phil Reader, Aktivis Lingkungan dari International Dragon Boat Federation dari Darwin Australia, yang memiliki ide untuk menyandingkan perlombaan Festival Dragon Boat suatu saat bisa terlaksana di Tukad Mati Legian, agar aliran sungai selalu terjaga bersih dari tumpukan sampah untuk menunjang kepariwisataan kawasan Legian.

“Kami pelan-pelan ingin menanamkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan sungai guna lebih mempercantik keberadaan Tukad Mati untuk kepentingan pariwisata, tentunya dengan partisipasi aktif ABCGM, yaitu Akademisi, business People, Community, Government dan Media,” pungkasnya. (ace).

 

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses