Jatiluwih Kembali Raih Penghargaan Dunia, Masuk Top 100 Green Destinations 2025

img 20250930 wa0208
John Ketut Purna, selaku Kepala Pengelola DTW Jatiluwih, saat menerima penghargaan internasional Top 100 Green Destinations 2025.
banner 468x60

MANGUPURANEWS – Montpellier, Prancis 30 September 2025, Nama Desa Jatiluwih di Tabanan, Bali, kembali berkumandang di panggung internasional. Dalam ajang Green Destinations Top 100 Stories 2025 yang berlangsung di Montpellier, Prancis, desa ini resmi diumumkan sebagai salah satu destinasi berkelanjutan terbaik dunia. Tahun ini, Jatiluwih menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil masuk ke dalam daftar prestisius tersebut.

Dari lebih 600 destinasi di 60 negara, Jatiluwih berhasil menembus Top 100 berkat cerita berjudul “Green Miracle in a Cultural Heritage Living Museum.” Narasi tersebut menyoroti kekuatan warisan Subak, sistem irigasi tradisional Bali yang diakui UNESCO, yang tetap lestari meski harus beriringan dengan arus pariwisata modern. Harmoni inilah yang membuat Jatiluwih dipandang sebagai contoh nyata wisata berbasis budaya dan alam.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Ajang Green Destinations dikenal memiliki kriteria penilaian internasional yang sangat teliti. Aspek lingkungan, kesejahteraan masyarakat, pelestarian budaya, hingga tata kelola destinasi menjadi bagian penting dari seleksi. Jatiluwih tidak hanya menyampaikan cerita, tetapi juga menunjukkan bukti nyata di lapangan bahwa sinergi alam, masyarakat, dan budaya bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Penghargaan ini menjadi bukti pengakuan dunia atas dedikasi masyarakat Jatiluwih, mulai dari para petani hingga generasi mudanya. Bagi mereka, sawah bukan sekadar sumber pangan, tetapi juga simbol warisan budaya dan spiritualitas yang diwariskan leluhur.

“Penghargaan ini milik seluruh masyarakat Jatiluwih. Kami menjaga tradisi bukan hanya untuk dikenang, melainkan untuk dijalankan bersama generasi mendatang,” ujar John Ketut Purna, Kepala Pengelola DTW Desa Jatiluwih, dengan penuh rasa bangga.

Prestasi terbaru ini sekaligus memperkuat rekam jejak Jatiluwih di tingkat dunia. Tahun lalu, desa ini lebih dulu dinobatkan sebagai Best Tourism Village in the World oleh UN Tourism (2024). Kini, keberhasilan di Top 100 Green Destinations semakin menegaskan posisi Jatiluwih sebagai simbol pariwisata berkelanjutan, membuktikan bahwa kemajuan sektor wisata dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan alam.

Tidak berhenti pada predikat “berkelanjutan,” Jatiluwih kini menatap masa depan dengan konsep regenerative tourism. Prinsip ini menekankan bahwa pengelolaan pariwisata harus mampu memulihkan ekosistem, memperkuat jati diri budaya, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Melalui pendekatan ini, setiap wisatawan diharapkan bukan hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut terhubung dengan kehidupan masyarakat, belajar nilai-nilai budaya, serta membawa pulang inspirasi tentang bagaimana hidup berdampingan dengan alam. (red/tim)

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses