Proyek Infrastruktur Strategis Badung: Empat Trase Jalan Baru Segera Dibangun

pembangunan 4 akses jalan baru (3)
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa (tengah) memberikan penjelasan kepada jajaran OPD terkait dan pihak teknis saat meninjau salah satu lokasi trase rencana pembangunan akses jalan baru di wilayah Kabupaten Badung, Kamis (7/1)
banner 468x60

MANGUPURANEWS – BADUNG, Pemerintah Kabupaten Badung memastikan rencana pembangunan empat akses jalan baru sebagai solusi kemacetan kini telah memasuki tahap nyata. Proses pembebasan lahan untuk proyek strategis tersebut telah berjalan dan sebagian trase bahkan telah rampung, sehingga pembangunan fisik dapat segera dilanjutkan.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa setelah pembebasan lahan selesai, tahapan berikutnya akan difokuskan pada proses tender pembangunan. Ia menargetkan seluruh proyek dapat diselesaikan pada akhir tahun 2026. Menurutnya, dukungan pembiayaan melalui pinjaman daerah diharapkan mempercepat realisasi pembukaan empat ruas jalan baru tersebut.

Bacaan Lainnya
banner 300250

“Pembebasan lahan sudah berjalan dan beberapa sudah tuntas. Selanjutnya akan masuk ke tahapan tender untuk pembangunan fisik. Astungkara, pada akhir 2026 seluruhnya bisa diselesaikan sehingga kemacetan dapat segera terurai,” ujar Adi Arnawa saat ditemui di Kantor Bupati Badung, Puspem Badung, Kamis (7/1).

Sebelumnya, Pemkab Badung merancang percepatan proyek ini melalui skema pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur dengan nilai mencapai Rp2,8 triliun. Skema tersebut dipilih untuk memastikan pembangunan infrastruktur vital dapat berjalan sesuai target waktu.

Adapun empat trase jalan yang saat ini tengah berproses pembebasan lahannya meliputi Trase Jalan Pecatu–Melasti, Trase Pasar Desa Adat Pecatu–Jalan Raya Uluwatu, Trase Banjar Semer–Jalan Teuku Umar Barat, serta Trase Subak Sari–Banjar Semer.

Bupati Adi Arnawa menambahkan, khusus untuk trase Subak Sari–Banjar Semer di kawasan Kerobokan, proyek akan difokuskan pada pelebaran jalan guna mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini terjadi. Trase tersebut dinilai paling siap untuk segera memasuki tahap pembangunan fisik.

“Untuk Subak Sari–Banjar Semer, akan dilakukan perluasan jalan karena menjadi titik kemacetan saat ini. Trase ini yang paling siap untuk segera dibangun, dan astungkara bisa cepat selesai,” pungkasnya. (red)

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses